Header Ads

Komisi II DPRD NTB Dukung Polisi Usut Tuntas Proyek Bawang Putih Lotim



Hasil panen bawang putih di wilayah Sembalun, Lotim

Mataram, Garda Asakota.-

Dugaan pemotongan jatah bibit bawang putih bagi petani di wilayah Sembalun,  Lombok Timur (Lotim) mendapat perhatian DPRD NTB. Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB berencana turun ke lapangan untuk menelusuri kebenaran pemotongan bibit tersebut. 

Disamping itu,  dewan juga mempersilahkan kepolisian untuk mengusut kasus dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan benih bawang putih tahun anggaran 2017.

"Kalau memang itu merugikan masyarakat, silahkan saja pengusutannya dilanjutkan," kata Sakduddin, Ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB di Mataram, Rabu (4/7).

Bentuk dukungan itu diberikan berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari media massa bahwa Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) sedang berupaya mengumpulkan data dan keterangan terkait informasi perbuatan melawan hukum dalam dugaan penyimpangan pada proses pendistribusiannya.

Dalam upaya tersebut, pihak kepolisian telah menjalankan tugas lapangan sejak pertengahan Mei lalu dengan menemui sejumlah pihak, mulai dari kalangan petani bawang putih sampai kepada pejabat Dinas Pertanian Lombok Timur.

Meski demikian, Sakduddin menyatakan bahwa pihaknya akan melihat kembali proses pendistribusiannya yang terindikasi ada pemotongan jatah kelompok tani tersebut.

"Kita akan telusuri dulu, kita rapatkan dulu di komisi, mungkin juga akan kita kroscek ke lapangan untuk melihat apa yang dipersoalkan," ujarnya.

Hal senada sebelumnya juga disampaikan Anggota DPD RI Prof Farouk Muhammad yang meminta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat untuk proaktif mengusut kasus dugaan penyimpangannya.

Sebagai mantan kapolda NTB Farouk berharap pihak kepolisian mampu mengusut dugaan keterlibatan oknum Dinas Pertanian (Distan) NTB maupun Kementerian Pertanian yang bertanggungjawab dalam pendistribusian bibit bawang putih.

"Dalam persoalan ini Polda NTB harus banyak mencari di lapangan, harus proaktif. Disini, fungsi deteksi dininya harus lebih ditingkatkan," kata Farouk.

Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, ada 350 ton benih bawang putih lokal yang didistribusikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 Ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017.

Benih bawang putih lokal dibeli pemerintah melalui salah satu BUMN yang dipercaya sebagai penangkar yakni PT. Pertani, dimana pembeliannya menggunakan anggaran APBN-P 2017 senilai Rp30 miliar.

Namun pada saat pendistribusian bantuannya di akhir tahun 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali mendapatkan jatah. (*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.