Header Ads

Gempa Bumi di Sembalun Lombok, BPBD NTB Nyatakan 10 Orang Meninggal Dunia


Mataram, Garda Asakota.-

Gempa Bumi dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7) pagi Pukul 06.47 Wita. Getaran gempa ikut dirasakan di Lombok secara umum hingga di Kota dan Kabupaten Bima. Bahkan dari informasi BMKG Indonesia, gempa cukup besar ini juga dirasakan di Bali. Dampak gempa menimbulkan korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan rumah warga dan fasilitas publik. Hanya saja, belum ada laporan resmi berapa jumlah korban jiwa dan dampak lainnya.

Sehubungan dengan terjadinya Gempa di Provinsi NTB, Kepala BPBD NTB,  Ir. H. MOHAMMAD RUM, MT, melaporkan bahwa Dampak dari bencana tersebut tercatat 10 orang warga meninggal dunia, ratusan warga terluka, dan ribuan rumah warga rusak. Rinciaannya, kata dia, Kabupten Lombok Utara korban jiwa yang meninggal 2 orang, luka-luka senitar 100 Jiwa, dan rumah rusak sedang sekitar 1000 rumah.

Di Kabupten Lombok Timur korban jiwa 8 orang meninggal, luka-luka 100 jiwa, dan rumah rusak sedang sekitar 1000 rumah dengan jumlah KK Terdampak sebanyak 1000 KK. Sedangkan untuk Kabupaten Lombok Barat hanya dua unit Rumah Rusak Berat.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan dalam penanganan bencana gempa bumi ini telah dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur, BPBD Lombok Tengah BPBD Lombok Utara dan BPBD Lombok Barat. "Sementara BPBD Provinsi NTB memback-up berupa peralatan dan kebutuhan logistik yang diperlukan (pendropingan telah dilakukan setelah
kejadian) yaitu sebagai upaya untuk antisipasi kejadian seperti ini," papar Rum.

Adapun upaya konkrit yang telah dilakukan oleh BPBD Provinsi NTB diantaranya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur sebagai daerah
yang mengalami dampak paling parah, memonitor dampak dan langkah penanganan bencana gempa bumi, mengirim Tim Kaji Cepat untuk memperkuat Posko Penanganan bencana gempa Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara dalam
upaya proses penanganan korban luka-luka dan meninggal dunia. "Kemudian, melakukan assessment dampak kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh gempa dan melakukan mobilisasi peralatan dan menyalurkan logistik terhadap wilayah terdampak seperti menyalurkan Mie Instan 275 Dos  Air mineral  275 Dos, Tenda Pengungsi 2 unit dan Kebutuhan Mendesak lainnya seperti tenaga medis, tandu dan peralatan Kesehatan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi yang terjadi sekitar pukul 06.47 wita memiliki kekuatan 6,4 SR. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelasnya dalam keterangan.

Guncangan gempa bumi ini sebutnya, dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI), sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI. Gempa susulan terus berlangsung dengan intensitas gempa yang lebih kecil. Hingga pukul 08.09 WIB telah terjadi 79 kali gempa susulan dengan gempa susulan paling kuat adalah 5,7 SR. "Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya. (GA. 212*)





No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.