Header Ads

Casting Film La Hila Berjalan Sukses


Kota Bima, Garda Asakota.-

Mecidana (MD) Film sukses melakukan casting Film La Hila, Minggu 29 Juni 2018. Acara casting sendiri berlangsung dari pukul 9 pagi sampai jam 17.30 wita dengan jumlah partisipasi talent casting sebanyak 89 peserta. Kedepan, direncanakan film ini akan berdurasi selama 1 jam 14 menit dan akan dilaunching langsung di halaman kantor Bupati Bima serta akan diputar keliling di Kecamatan-Kecamatan Kabupaten Bima maupun di kancah Nasional.



Pembina dan Produser, Ari Ipan, yang saat itu didampingi rekan manajemennya Yoko (Direktur), Firdaus (Unit Manejer), Diki (Unit Produksi) mengungkapkan bahwa acara ini menjadi langkah awal dan sejarah besar bersama yang patut disyukuri bersama baik bagi kru maupun calon peserta. "Kita  benar-benar telah mengambil "peran" dalam gerak sejarah baru ini," ucapnya.

Secara khusus Ari menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Bappeda Pemkab Bima atas kerjasama yang terjalin dalam penggarapan film ini. Selain itu, dia juga mengucapkan terimakasih kepada segenap kru Mecidana yang telah membantu, bahu membahu dengan penuh kekeluargaan yang tinggi, terus berjuang dalam visi dan keseragaman bahasa, langkah dan tindakan yang sama memajukan daerah lewat film. Tak lupa juga disampaikannya ucapan terimakasih kepada bapak H. Mustahid H. Kako selaku sesepuh dan tokoh masyarakat Donggo yang begitu aktif mendukung dalam usaha pelestarian aset cerita rakyat Mbojo dalam hal ini khasanah lokal masyarakat Donggo La Hila. Diakhir ungkapannya, Ari mengisyaratkan bahwa media perfilman akan menjadi langkah "ekspansi kebudayaan" di ranah yang lebih luas.

Pantauan langsung wartawan, dalam acara ini hadir juga unsur dari Bapedda diwakili oleh Rahmawati, ST, Kasubbid Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (sejak awal memotori program ini). Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena mimpi besar bersama untuk pelestarian adat dan budaya Mbojo pun mulai terwujud dengan pembukaan casting film LA HILA. Mewakili Kepala Bappeda Kabupaten Bima, pihaknya berharap kerjasama dengan MECI DANA FILM ini akan memberikan dampak positif bagi upaya pelestarian budaya Mbojo. "Selain itu dengan memperbanyak film cerita rakyat, kita akan memperkenalkan pada anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa nilai-nilai budaya Mbojo yang semakin lama semakin luntur tergerus oleh perkembangan teknologi yang kian pesat," paparnya.

Untuk meminimalisir dampak negatif tersebut, Pemkab Bima berkomitmen untuk terus berupaya membuat terobosan dalam melestarikan adat budaya Mbojo antara lain memproduksi film cerita, film dokumenter maupun  adat istiadat Mbojo lainnya yang sarat dengan nasehat dan nilai budaya Mbojo yang sangat luhur. "Semoga apa yang kita niatkan dan upayakan ini mendapat ridho Allah SWT dan dihitung sebagai amal ibadah aamiin ya Rabbal aalamiin," ucapnya. Hadir pula Aan Saputra selaku seniman yang didaulat dalam tim dan kru menjadi penulis skenario pada film La Hila ini, dengan sebelumnya telah melakukan diskusi bersama tokoh budayawan dan observasi langsung di wilayah Donggo dengan narasumber dan dukungan tokoh lokal setempat.

Sementara itu, Alan Malingi (tokoh budayawan) pun sangat mengapreseasi kegiatan ini. Dinilai kegiatan Mecidana pun sebelum dibuatnya film layar lebar La Hila telah lama berkiprah, tepatnya sejak tahun 2012 telah bersama-sama ikut membantu mempublikasikan budaya dan perjalannya melalui film film dokumenter. "Jadi sudah sewajarnya Mecidana menjadi mitra yang baik bagi pemerintah atas kiprahnya selama ini, baik sepengetahuan yang bersangkutan maupun melalui informasi rekan Alan Malingi sendiri atas perjuangan Mecidana dalam pelestarian dan pendokumentasian budaya lewat film dokumenter," ungkapnya. Bahkan sampai rela berkemah di tepi pantai di daerah Kore Kecamatan Sanggar, atau bahkan bermalam di Pulau Sangiang, bahkan diberbagai wilayah lainnya.

"Saya sudah sangat mengenal kiprah Mecidana Film selama ini, apalagi telah beberapa kali melakukan kerjasama dengan tv swasta nasional. Jadi tidak diragukan lagi. Ari juga sudah seperti saudara dan adik sendiri, jadi sudah hafal cara berpikirnya, cara merasa, dan cara bertindaknya yang baik". Sebelumnya Alan Malingi sejatinya menghadiri acara ini namun terbentur oleh kegiatan kemah budaya di Desa Tarlawi Kecamatan Wawo. (GA. 212*)




No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.