Header Ads

Bupati Tinjau Keberadaan Situs Budaya Masjid La KAI Kamina di Kalodu




Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) didampingi Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M Noer (DMN), Jena Teke Kesultanan Bima, Muhamad Putera Ferryandi, S.Ip, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima, para Kabag lingkup Setda Bima, dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Rabu (18/7), melakukan kunjungan kerja di desa Kalodu Kecamatan Langgudu. Salah satu tujuannya adalah melihat dari dekat keberadaan situs budaya masjid La KAI Kamina Desa Kalodu.

Kedatangan Bupati Bima tersebut langsung diterima oleh camat Langgudu, Kades dan  elemen warga masyarakat Desa Kalodu Kecamatan Langgudu. "Keberadaan situs budaya yang ada di wilayah kecamatan Langgudu terutama situs budaya Masjid La Kai Kamina ini, merupakan salah satu situs budaya yang harus kita jaga dan lestarikan keberadaanya," ujar Bupati dihadapan warga.

Diakuinya, situs budaya masjid La Kai Kamina ini, merupakan salah satu masjid yang terletak di dataran tinggi tepatnya di desa Kalodu Kecamatan Langgudu yang didirikan sekitar tahun 1621 M oleh Jena Teke La Kai (setelah memeluk agama Islam bernama Abdul Kahir ), bersama beberapa Mubalig dari Sulawesi Selatan (Goa, Tallo, Luwu dan Bone) dan para pengikut Jena Teke Abdul Kahir (Jena Teke berarti Putera Mahkota). Masjid Kalodu merupakan masjid kuno tertua di Bima setelah Masjid kuno Kampo NaE (Kampung NaE) kecamatan Sape. Masjid ini juga didirikan oleh para mubalig dari Gowa, Tallo, Luwu dan Bone, beberapa tahun sebelum Masjid Kalodu dibangun.

Bangunan masjid berbentuk segi empat sama sisi (bujur sangkar) dan tidak memiliki migrab seperti lazimnya sebuah Masjid pada masa berikutnya. Empat sisi yang sama itu merupakan simbol empat orang putera dan keluarga Raja yang memeluk Agama Islam yaitu La kai (Abdul Kahir), Bumi Jara Mbojo (Awaluddin), La Mbilla (Jalaluddin) dan Manuru Bata Putera Raja Dompu Ma Wa’a Tonggo Dese (Sirajuddin). Selain itu empat buah sisi bangunan merupakan simbol daerah assal para gurunya yaitu Gowa, Tallo, Luwu dan Bone.Tiang bangunan masjid ada delapan, yang berbentuk nggusu waru (segi delapan) merupakan simbol dari empat orang putera dan keluarga Istana dan empat daerah asal para ulama yang menjadi Guru mereka yaitu Gowa, Tallo, Luwu dan Bone.

Bupati Bima berharap dengan adanya keberadaan situs budaya masjid La Kai Kamina ini yang berada di desa Kalodu kecamatan Langgudu, warga masyarakat yang berada di desa Kalodu dan seluruh unsur Muspika kecamatan agar dapat bersama-sama menjaga dan merawat situs budaya ini sehingga kedepan para generasi akan mengetahui sejarah masuknya Islam di Dana Mbojo. "Situs budaya ini merupakan salah satu keanekaragaman budaya yang dimiliki di wilayah kita, moga dapat terus kita jaga dan pelihara keberadaanya sehingga generasi muda kita akan dapat mengetahui keberadaan situs budaya yang kita miliki," pesan Bupati. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.