Header Ads

Bupati dan Wabup Bima Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Al-Hidayah Woha

Disaksikan Bupati, Wakil Bupati Bima menyerahka bantuan hibah untuk sarana dan prasarana 18 masjid dan mushola se-Kecamatan Woha, Sabtu malam (2/5). 

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Wakil Bupati Bima Dahlan M. Noer melaksanakan peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan kegiatan safari bersama lingkup Pemerintah Kabupaten Bima di masjid Al-Hidayah desa Samili Kecamatan Woha, Sabtu malam (2/6). Momentum ini ditandai dengan penyerahan bantuan hibah untuk sarana dan prasarana 18 masjid dan mushola se-Kecamatan Woha dengan total bantuan sebesar Rp315 juta. "Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Bima Dahlan M. Noer dan diterima secara simbolis oleh Camat Woha, Irfan, Dj, S.Sos serta bantuan seperangkat kita suci Al-Quran," Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda, Hj. Sita Arna, S.Sos.

Selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bima, kegiatan Nuzulul Quran juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima H. Muhammad Ibrahim, Sekda, para Assisten, Kabag, Staf Ahli lingkup Setda Bima, para Kepala OPD beserta pejabat eselon III dan IV, Ketua LPTQ, MUI, Bazda Kabupaten Bima, camat beserta unsur Muspika Kecamatan Woha, Ketua LPTQ, MUI Kecamatan, para alim ulama, toga, toma, dan tokoh pemuda.

Bupati Bima menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran ini merupakan suatu peristiwa yang sangat penting bagi ummat Nabi Muhammad SAW karena pada malam itulah Al-Quran (pedoman hidup ummat muslim) diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai rasul terakhir. "Sudah sepantasnya bagi kita umat Nabi Muhammad SAW untuk memperingati malam Nuzulul Quran tersebut. Salah satu hikmah yang bisa kita petik adalah dengan memperingati malam Nuzulul Quran, kita selaku umat islam diwajibkan untuk membaca dan mangamalkan isi kandungan Al-Quran dalam rangka sebagai pedoman hidup kita di dunia," ujarnya.

Diakuinya, turunnya Al-Quran tidak hanya sebuah penegasan atas kemuliaannya dan sekaligus yang menerimanya, yaitu Nabi Muhammad SAW, tetapi juga harus diiringi semangat untuk kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, mempelajarai, menghayati, dan berazam mengamalkannya. "Kita maknai peringatan Nuzulul Quran sebagai upaya untuk kembali mempelajari Al-Quran dan Sunnah Nabi. Tiada hari dalam bulan Ramadhan dan selepas Ramadhan kecuali bersama Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW," tegasnya. "Saya berharap melalui peringatan Nuzulul Quran ini, menjadi titik awal untuk meluruskan kembali pada ajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi, apalagi saat seperti bulan Ramadhan seperti yang kita laksanakan ini, merupakan momen yang tepat untuk menganjurkan kembali baca Al-Quran," imbuhnya mengingatkan. Secara khusus, dia juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak lupa untuk mengeluarkan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal. Sebab sesuatu yang dikeluarkan oleh manusia dari sebagian hartanya, ada hak Allah SWT untuk disalurkan kepada fakir miskin dengan harapan mendapat berkah atau membersihkan jiwa atau menumbuhkannya dengan kebaikan dan berkah.

Sementara itu, Ustadz Islamuddin, S.Pdi, yang hadir memberikan tausiah singkatnya menjelaskan panjang lebar tentang makna Nuzulul Quran. Menurutnya, Nuzulul Quran secara harfiah berarti turunnya Al-Quran yang merujuk kepada peristiwa penting turunnya Al-Quran sebagai petunjuk agar kitab suci Al-Quran dapat dibaca dan diamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan, hakikat dalam peringatan Nuzulul Quran ini diantaranya, Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup dimana Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan ini merupakan salah satu petunjuk hidup manusia dan Al-Quran sebagai media ibadah kaum muslimin. "Maka dari itu dengan momentum seperti ini marilah kita amalkan isi kandungan Al-Quran dalam hidup dan kehidupan sehari-hari," ajak Ustadz Islamuddin. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.