Header Ads

Bupati Bima: Pentingnya Komunikasi yang Baik Demi Kondusifitas Daerah



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Tingkat kesadaran masyarakat terutama rekan-rekan intelektual muda Kabupaten Bima agar sama-sama menyadari bahwa betapa pentingnya menciptakan kondusifitas daerah dengan membangun komunikasi yang baik dan elegan. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) saat menghadiri dialog penguatan kemitraan antara Pemerintah dan Organisasi non Pemerintah MENUJU BIMA RAMAH, yang digelar Jumat (29/6) di aula Bima Tirta Kawasan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima. 

Menurutnya, pentingnya menjalin kerjasama antar organisasi dan elemen masyarakat lainnya akan berdampak positif terhadap kondusivitas daerah. Diakuinya, menjadi pemimpin yang dipilih langsung oleh masyarakat tidaklah mudah karena masyarakat akan berusaha langsung untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemimpin yang dipilihnya. "Dan saya bersama pak Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan, siap untuk menerima kritikan dan masukan dari elemen masyarakat. Tentunya melalui komunikasi yang baik dan sehat," imbuhnya seraya mengajak para insan pers dan perwakilan organisasi non pemerintah, dapat memuat berita yang berimbang agar tidak menimbulkan fitnah demi membangun Kabupaten Bima yang lebih aman dan damai.

Dialog penguatan kemitraan antara Pemerintah dan Organisasi non Pemerintah MENUJU BIMA RAMAH, selain dihadiri Bupati, Dandim 1608, Letkol (Inf) Eka Kurnia, dan Kepala Bakesbang Pol Kabupaten Bima, Edy Tanurawan, SH, juga dihadiri para perwakilan LSM, Pers, dan perwakilan lembaga non pemerintah lainnya. Agenda ini, kata Edy Tanurawan,  dialog penguatan kemitraan antara pemerintahan dan organisasi non pemerintah menuju Bima Ramah," ungkap Kepala Bakesbang Pol Kabupaten Bima, Edy Tanurawan, SH. Menurutnya, salah satu tujuan dari acara tersebut adalah membangun komunikasi dan kemitraan untuk mengembangkan sinegritas antara lembaga non pemerintah dan pemerintah. "Hitung-hitung ini ajang silaturahim, apalagi kita baru saja menjalani ibadah puasa dan idul fitri," ucapnya.

Sementara itu, Dandim 1608 Bima, Letkol (Inf) Eka Kurnia, menyampaikan bahwa lembaga lembaga non pemerintah termasuk insan pers adalah lembaga sebagai corong penghubung antara pemerintah dengan masyarakat yang dapat menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Mengingat pentingnya peran pers, kata dia, maka sepatutnya pers turut berpartisipasi membangun Kabupaten Bima. Pada kesempatan itu, Dandim mengajak insan pers maupun organisasi non pemerintah agar tetap menjalin kerja sama yang komprehensip. "Kepada insan pers dan seluruh organ non pemerintah lainnya mari kita bersama-sama, bahu membahu demi terwujudnya nawa cita pembangunan daerah Kabupaten Bima," ajaknya.

Pantauan langsung wartawan, dalam dialog tersebut para peserta mengkiritisi beberapa persoalan sosial yang terjadi di Kabupaten Bima terutama tindakan kriminal dan konflik sosial akhir-akhir ini. Lontaran dan kritikan ini dijawab lugas dan jelas oleh Bupati Bima maupun Dandim. Di akhir dialog, Ketua MUI Kabupaten Bima, H. Abdurahim Haris, MA, menyarankan seluruh elemen yang ada agar dapat membangun komunikasi yang baik demi meningkatkan akhlak umat. Menyikapi terjadinya konflik di Bima akhir-akhir ini, dia menyebutkan bahwa hal itu bukan saja menjadi tanggung-jawab pemerintah namun juga harus menjadi atensi dari seluruh elemen yang ada, termasuk kalangan legislatif. "Politisi yang sudah duduk menjadi legislatif juga harus mampu terjun di dalam upaya pencegahan terjadinya konflik," tuturnya. (GA. 212*)


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.