Header Ads

WAHYUDIN, TOKOH MISTERIUS YANG KENTAL DENGAN KARAKTER KeBIMAan

Wahyudin (kanan) bersama Calon Walikota Bima, Subhan HM. Nur, SH.

PILKADA Kota Bima pada tahun 2018 tengah masuki tahapan Kampanye Dialogis. Dari hari ke hari geliat kampanye berlangsung dengan semarak. Kampanye yang cukup panjang lebih kurang 100 hari sangatlah cukup untuk masyarakat pemilih bisa memilih dan memilah untuk menentukan pilihan nya pada hari H pencoblosan. Sebagaimana ketentuan KPU bahwa pencoblosan pada PILKADA serentak tahun 2018 ini jatuh pada tanggal 27 Juni 2018. Masih ada sisa waktu lebih kurang 40 hari menuju hari H pencoblosan.

Dari 3 Pasangan Calon maka ada 6 figur Putra dan Putri terbaik Kota Bima yang memenuhi syarat untuk ditetapkan jadi PASLON dalam PILKADA Kota Bima. Enam nama tersebut dimulai dari Nama H. Arahman H. Abidin. Atau akrab di sapa H. Man, jabatan terakhirnya adalah wakil Wali Kota Bima dan dalam Pilkada ini maju sebagai Calon Wali Kota, yang berpasangan dengan Hj. Ferra Amelia yang biasa di sapa Sapa Dae Ferra sebagai Calon Wakil Wali Kota. Pasangan yang menggunakan breanding MANUFER ini mendapat nomor urut 1. Berikut nya ada Nama HM. Lutfi Anggota DPR RI 2 Periode sebagai Calon Wali Kota yang berpasangan dengan Feri Sofiyan dengan jabatan terakhir sebagai Ketua DPRD Kota Bima sekaligus Ketua DPD II PAN Kota Bima sebagai Calon Wakil Wali Kota. Pasangan yang biasa di Sapa LUTFER, Paslon ini mendapat Nomor Urut 2. Terakhir ada nama Paslon SE MATAHO dengan nomor urut 3. Pasangan ini adalah kombinasi Politisi senior yang sangat familiar dan di kenal publik Kota Bima yaitu Bapak Subhan HM. Nor, SH. Tokoh senior ini yang pernah berada di puncak karir sebagai legislator yaitu menjadi Ketua DPRD Kota Bima periode 2004 - 2009. Secara mengejutkan pada kali ke 3 beliau ikut sebagai kontestan PILKADA ini beliau menggandeng tokoh muda progresif yang nyaris tak dikenal publik sebagai Calon Wakil Walikota. Dia adalah Saudara WAHYUDIN tokoh mudah kelahiran Kelurahan Sambinae Mpunda Kota Bima ini sudah bermukim di Ibu Kota sejak era 90an. Tokoh muda yang satu ini aktif di Dunia Maya dengan akun FB Sangaji Londa yang di kelola sendiri.

Dari 6 nama tersebut nyaris adalah tokoh terkenal yang dah familiar di bagi masyarakat Kota Bima. Namun ada satu nama yang menarik untuk dibahas karena Nama yang nyaris tidak di kenal publik Kota Bima kecuali kalangan tertentu yang punya kepentingan atau pernah berurusan dengan beliau.

WAHYUDIN M. YASIN atau yang akrab di sapa Iwan oleh orang - orang yang mengenal nya, hadir di Kota Bima nyaris luput dari hitungan banyak orang. Beliau tidak diperhitungkan karena ada sederet nama besar lain nya yang juga turut mengambil bagian dalam PILKADA Kota Bima. Nama - Nama besar tersebut antara lain ada H. SUTARMAN, H. SUDIRMAN, H. MUHAMMAD IRFAN dan H. SYAIFUDIN serta ada juga beberapa nama lain yang ikut menghiasi hiruk pikuk PILKADA Kota Bima pada saat sosialisasi Awal.

Penulis sendiri cukup kaget dengan muncul nya Nama WAHYUDIN alias Iwan ini. Sebagai saudara sepupu dua kali dengan beliau yang intens berkomunikasi baik tatap muka di Ibu Kota atau Via HP maupun Mensos terkaget - kaget ketika pada awal Oktober 2017 mendapat kontak Via HP dari beliau meminta kesiapan saya untuk mendampingi beliau dalam proses persiapan pencalonan beliau mendampingi Pak Subhan sebagai Bacawali. Saya hanya terdiam dan mencoba mendalami keseriusan nya. Komunikasi kami selama ini memang sering bicara perkembangan dan situasi Sosial Politik terutama Kota Bima. Tapi tak sekalipun beliau memperlihatkan keinginan nya untuk ikut mengambil bagian di pilkada Kota Bima. Bahkan beliau pada awalnya justru mendukung Bang Lutfi. Saya pun pernah beliau minta untuk ikut membantu H. Lutfi.

"Tak ada yang tak mungkin dalam politik", itulah salah satu filosofi politik yang saya pahami. Ternyata itulah yang terjadi dengan saudara saya ini. Buat sebagian orang wajar jika mengatakan mana mungkin WAHYUDIN maju menjadi CAWALI Kota Bima. Karena saya sendiri yang intens berkomunikasi saja tak pernah menangkap keinginan itu dari beliau. Walau yang saya tau adalah bahwa beliau aktif dan sering mengambil bagian dalan konstelasi perpolitikan Nasional. Bahkan pernah mengambil bagian membantu koleganya yang ikut dalam Pilkada di beberapa Daerah. Itulah yang saya tahu dan hanya sedikit orang yang tahu tentang itu.

Kehadiran Tokoh Muda yang satu ini menjadi misteri bagi Kebanyakan masyarakat Kota Bima. Karakter merakyat itu memang menjadi ciri khas keseharian beliau. Tak heran di rumahnya di Cluster TAMAN PUSPA citra raya cikupa tangerang selalu di penuhi warga Bima. Lama bermukim di Ibu Kota tak serta merta menghilangkan atau melupakan tradisi keBIMAan beliau. Maka tak heran sepanjang proses kampanye dialogis sosok beliau banyak menuai pujian dan decak kagum warga Kota Bima. Menandu keranda Jenazah, memeluk dan meminta restu dari ibu - ibu atau nenek-nenek dimanapun tampah membeda-bedakan, serta memperlakukan semua orang dengan perlakukan sama tampa membedakan kelas sosial.

Karakter yang terlihat tersebut bukanlah sesuatu diada-adakan atau "tiba masa tiba akal" karena ada maunya. Itu memang karakter asli beliau yang terlihat dalam keseharian beliau. Maka tak heran para perantau Bima di Jakarta  yang strata sosial menengah kebawah sangat mengenal sosok yang satu ini. Bahkan bisa saya katakan bahwa untuk untuk masyarakat perantau Bima di jakarta beliau lebih populer dari tokoh besar semacam H. Lutfi dan H. Syafruddin (khusus strata sosial menengah kebawah). Terbukti dengan kebulatan para tokoh "LAMBA RASA" ikut mendukung beliau.

Dari hari ke hari popularitas beliau meningkat secara signifikan. Peningkatan ini ini terjadi karena paling tidak karena 3 faktor yaitu ; 1). Menjadi pendamping POLITISI senior yang sudah sangat dikenal yaitu Bapak SUBHAN H. NOR, SH. 2). Memiliki karakter merakyat yang sama dengan karakter Pak Subhan. 3). Jaringan kekerabatan dan keluarga yang luas di Kota Bima. Dengan tiga faktor itu sangat menunjang peningkatan popularitas Beliau. Tidak heran jika pada awalnya Paslon Nomor 3 ini tidak diperhitungkan maka sekarang menjadi MENAKUTKAN bagi paslon lain.

Politik atau Dunia Perpolitikan bagi Bapak WAHYUDIN bukan lah hal baru. Sebagaimana yang saya gambar kan diatas bahwa sesungguhnya beliau sering terlibat dalan urusan-urusan politik. Pada saat debat kedua telah beliau buktikan secara gamblang kemampuan nya baik secara kapasitas maupun leadership. Wajar saja jika bagi sebagian kalangan tokoh pendatang baru yang satu ini di anggap MISTERIUS. Banyak yang penasaran tentu banyak yang ingin tahu. Ke ingin tahuan ini tentu karena masyarakat menginginkan pemimpin yang sesuai dengan karakteristik keBIMAan. WAHYUDIN hadir untuk menjawab itu semua dengan semboyan "Saya hadir untuk Memimpin Kota Bima dan Pantang kembali tanpa Kemenangan" saya datang bukan karena materi maka gaji pun akan saya peruntukan buat rakyat. Begitulah yang selalu di sampaikan oleh Bapak WAHYUDIN hampir di setiap tempat kampanye.* by, LUKEN

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.