Header Ads

Moa dan Feo, "Makin Kagum Pada Sosok Feri Sofiyan"

Feri Sofiyan, SH, Ketua Pordasi Kota Bima


Moa secara terburu buru datang dan mengajak Feo untuk mengantarnya bertemu dengan Ketua PORDASI Kota Bima, Feri Sofiyan, SH.  Sikap ini menimbulkan tanya yang besar bagi Feo, karena selama ini Moa selalu saja apriori dan mendiskreditkan urusan pacuan kuda bahkan tak jarang Moa menafikan tentang pentingnya pacuan kuda.

Feo pun menanyakan gerangan apakah yang menggerakan hati Moa untuk berjumpa dengan Ketua Pordasi yang selama ini selalu mendapatkan stigma negative dalam pandangan Moa. "Semalam saya merenung akan soal ini,  akhirnya sayabmenyadari bahwa saya telah salah menyimpulkan selama ini.  Saya baru menyadari bahwa sosok Feri Sofiyan adalah sosok leader yang sangat hebat. Sahut Moa menjawab tanya Feo.

"Saya jadi teringat ketika pasca kalah pilkada,  Feri Sofiyan mampu membawa partai PAN yang dipimpinnya menjadi parpol pemenang pemilu di Kota Bima mengalahkan partai Demokrat yang di pimpin oleh H. Qurais yang saat itu baru menang Pilkada serta mengalahkan Hj. Ferra yang saat itu memimpin Golkar".

"Bahkan leadership Feri Sofiyan kembali teruji saat beliau berani pasang badan untuk mengesahkan anggaran tambahan demi terselesaikannya pembangunan Masjid Terapung Kota Bima,  meski pasca pengesahan tersebut Feri Sofiyan mendapatkan caci maki bahkan hinaan yang luar biasa". Lanjut Moa memutar kembali memorinya tentang leadership yang dimiliki Feri Sofiyan.

Feo hanya menyimak sembari terus menatap Moa yang melanjutkan pengetahuannya tentang jiwa pemimpin yang dimiliki Feri Sofiyan.  "Bahkan sekarangpun dengan kesederhanaannya serta kewibawaannya Feri Sofiyan tidak hanya mampu lolos pada tiga kali Pileg dan menjadi Ketua DPRD,  tetapi beliau mampu merangkul kolega koleganya di DPRD untuk mendukungnya.  Al hasil 18 dari 25 anggota DPRD Kota kini membantu memenangkanya pada pilkada Kota Bima kali ini.

Feo menyambung penjelasan Moa,  "demikian halnya untuk penyelengaraan pacuan kuda kali inipun beliau sebagai ketua Pordasi Kota berjuang memperjuangkan anggaran untuk penyelenggaraan pacuan kuda yang 7 tahun mengalami kebangrutan,  bahkan disaat pemerintah tidak mencairkan anggaran tersebut beliau sebagai pemimpin tetap komit dan pasang badan demi terselenggarannya pacuan kuda yang akhirnya berhasil dan sukses dilaksanakan".

Moa semakin sadar bahwa Feri Sofiyan memiliki leadership yang selalu siap mengambil resiko demi mewujudkan apa yang telah menjadi komitment institusi yang dipimpinnya.  Bahkan Moa pun memiliki kesan mendalam terhadap leadership yang dimiliki Feri Sofiyan.  Tanpa sadar Moa pun berucap sembari menatap kosong " Ingat Bima Ingat Kuda,  Ingat Kuda Ingat Pordasi,  Ingat Pordasi Ingat Feri Sofiyan.

Mendengar ungkapan Moa,  Feo pun tersenyum lebar dan mengajak Moa untuk menuntaskan keinginan Moa yang sudah tidak sabar untuk bertemu sosok ketua Pordasi Kota Bima yang sekarang telah memberikan kesan mendalam di hati Moa atas sikap dan Kepemimpinan Feri Sofiyan.*By, Darussalam

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.