Header Ads

KPU NTB Bersama KPK Umumkan e-LHKPN Calon Kepala Daerah


Direktur Litbang KPK, Wawan Wardiana dan Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori.

Mataram, Garda Asakota.-

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil Elektronik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah yang mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah se-NTB pada Kamis 03 Mei 2018 lalu di Hotel Santika Kota Mataram.

Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, menyatakan Laporan e-LHKPN ini sendiri merupakan amanat konstitusi yang tertuang didalam Peraturan KPU RI Nomor 03 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Dalam Pasal 4 huruf (k) disebutkan Calon Pemimpin Daerah menyerahkan daftar kekayaan pribadi sebagai salah satu syarat pencalonan.

“e-LHKPN merupakan kewajiban yang wajib dilakukan oleh para Calon Kepala Daerah sejak pendaftaran dan dilaporkan ke KPK. Dan wajib diumumkan kepada publik sebelum pemungutan suara digelar. Dan itu sudah kita lakukan,” terang Aksar Ansori usai pelaksanaan pengumuman e-LHKPN.

Pihaknya berharap, dari pelaksanaan pengumuman e-LHKPN itu, publik bisa melihat dan mempelajari apa yang sudah dilaporkan dan dipublikasi terkait e-LHKPN Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah ini. “Dari pelaksanaan ini, masyarakat nanti bisa melihat apakah harta kekayaan Cakada dan Cawakada ini ketika terpilih meningkat secara wajar ataukah tidak,” cetusnya.

Berdasarkan pengumuman KPU NTB tentang e-LHKPN 2018, Calon Gubernur atas nama HM Suhaili memiliki total harta kekayaan sebesar Rp. 2.773.926.071. HM Amin SH dengan total kekayaan sebesar Rp 1.649.977.776. TGH Ahyar Abduh total kekayaannya sebesar Rp 2.588.762.295,- . Sementara Mori Hanafi memiliki total kekayaan sebesar Rp 3.831.000.000,-. Untuk Dzulkiflimansyah, total kekayaannya adalah sebesar Rp 5.484.997.061. Dan wakilnya Siti Rohmi Djalillah memiliki total kekayaan sebesar Rp 25.753.920.679. Ali Bin Dahlan memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 14.104.031.817. Dan wakilnya Gde Sakti memiliki total kekayaan sebesar Rp 93.382.911.928, -.

Sementara itu, Calon Walikota Bima, H. A Rahman H Abidin total harta kekayaan sebesar Rp 10.095.799.267. Hj Ferra Amelia, total harta kekayaannya adalah sebesar Rp13.461.834.850.-HM Lutfi SE., total kekayaannya adalah sebesar Rp2.655.100.000.- Feri Sofiyan SH., total harta kekayaan yang dimiliki sebesar Rp3.387.007.901. Subhan SH., total harta kekayaan sebesar Rp2.525.308.492.- dan Wahyudin memiliki total harta kekayaan sebesar Rp923.019.821.

Untuk Calon Bupati Lobar, HM Izzul Islam, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp29.898.737.436., TGH Khudari Ibrahim, total harta kekayaannya sebesar Rp8.787.009.683., Nauvar Furqony, total harta kekayaannya sebesar Rp5.150.026.000.- TGH Muammar Arafat, adalah sebesar Rp3.165.563.754. Sementara H Fauzan Khalid, total kekayaannya sebesar Rp2.262.711.404., dan Hj Sumiatun, total harta kekayaannya sebesar Rp5.238.367.042.

Calon Bupati Lotim, H Haerul Warisin, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp23.766.477.919.- H Machsun Ridwainy adalah sebesar Rp50.728.898.873.- Ali Masadi memiliki total harta kekayaan sebesar Rp8.886.225.287.- Putrawan Habibi, adalah sebesar Rp44.164.103. HM Sukiman, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp6.036.273.693.-. Rumaksi SJ SH., adalah sebesar Rp11.031.000.000.-. HM Syamsul Lutfi, memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3.980.401.422.- dan H Najamuddin Mustafa adalah sebesar Rp2.319.322.545.

Sementara itu, Direktur Litbang KPK, Wawan Wardiana, mengatakan e-LHKPN merupakan kewajiban dari para Calon Kepala Daerah untuk melaporkan harta kekayaannya kepada KPK. “Dari laporan e-LHKPN yang disampaikan oleh para Calon Kepala Daerah tersebut, masyarakat bisa melakukan koreksi terhadap apa yang dilaporkan dalam e-LHKPN ini,” tandasnya. (GA. 211/215*).



No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.