Header Ads

Jika Terpilih, Ahyar-Mori Janji Alokasi Rp25 M Tuntaskan Masjid Raya Kobi



Masjid Raya Kota Bima Sumber Foto: Google.

Kota Bima, Garda Asakota.-

Ketertinggalan pembangunan yang terjadi di Kota dan Kabupaten Bima selama ini seperti di bidang infrastruktur jalan, aspek kesehatan, aspek ekonomi serta penuntasan pembangunan Masjid Raya Kota Bima menjadi isu-isu penting yang dibicarakan oleh Calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTB, H Mori Hanafi, SE M Comm., saat menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama di samping rumah kediaman H Mori Hanafi di Kelurahan Paruga Kota Bima pada Sabtu 19 Mei 2018.

“Ketertinggalan pembangunan itu, Insya Alloh akan menjadi perhatian utama pasangan Ahyar-Mori untuk bisa dituntaskan ketika pasangan Ahyar-Mori terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023. Apalagi saya selaku putra daerah Bima-Dompu, tentu akan sangat memperhatikan berbagai ketertinggalan pembangunan yang ada di Bima-Dompu,” tegas Mori Hanafi saat menyampaikan sambutan pada acara buka puasa bersama Ahyar-Mori tersebut.

Kondisi terkini pembangunan masjid raya Al-Muwahiddin Bima (Foto, Atto Becko/FB)

Dihadapan ribuan simpatisan atau pendukung pasangan bernomor urut 02 ini, mantan Wakil Ketua DPRD NTB ini, menegaskan komitmen pasangan Ahyar-Mori yang akan merealisasikan semua janji politik yang telah dibuatkannya bersama masyarakat NTB, khususnya masyarakat yang ada di Kota Bima. Salah satunya adalah penuntasan pembangunan Masjid Raya Kota Bima yang pembangunannya sejak 18 tahun lalu belum bisa dituntaskan hingga hari ini.

“Sudah 18 tahun pembangunan Masjid Raya belum bisa dirampungkan pembangunannya. Padahal dari segi struktur, dari aspek arsitektur, Masjid Raya Kota Bima ini jika mampu dituntaskan pembangunannya akan menjadi icon kebanggaan masyarakat Bima. Sebagai Putra Asli Bima, Insya Alloh jika Ahyar-Mori terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, maka di tahun pertama kepemimpinan, Ahyar-Mori akan mengucurkan bantuan anggaran sebesar Rp25 Milyar untuk penuntasan pembangunan Masjid Raya ini,” tegas putra Mantan Sekjen Departemen Agama RI, H Marwan Saridjo, asal Desa Ngali Kecamatan Belo, Kabupaten Bima ini.

Menurutnya, penuntasan pembangunan Masjid Raya Kota Bima itu tidak akan sanggup dituntaskan melalui APBD Kota Bima yang jumlahnya hanya sekitar Rp1,1 Trilyun dengan alokasi belanja publik hanya sebesar Rp400 Milyar sementara sisanya dipergunakan untuk anggaran belanja rutin seperti gaji pegawai, pemeliharaan gedung, ATK. “Sehingga masyarakat Kota Bima tidak bisa hanya bersandarkan pada APBD Kota Bima saja untuk menuntaskan pembangunan Masjid Raya Kota Bima. Yang bisa menuntaskannya adalah APBD Provinsi NTB yang jumlahnya mencapai angka Rp6 Trilyun. Dan insya Alloh, jika pasangan Ahyar-Mori terpilih menjadi Gubernur dan Wagub NTB, maka kami bersumpah akan menuntaskan pembangunan Masjid Raya tersebut,” tegas Mori lagi.

Mori Hanafi sempat menyinggung kiprahnya selama menjadi Wakil Ketua DPRD NTB telah banyak memberikan sumbangsih dalam mendorong terjadinya percepatan pembangunan di Dapil VI Bima dan Dompu. “Seperti infrastrukutr jalan yang ada di Kota Bima yakni jalan Datuk Dibanta dan Gatot Subroto, Jalan yang ada di Kabupaten Bima seperti ruas jalan Sai-Sampungu, ruas jalan Wera-Sape. Maka ketika kami terpilih menjadi Gubernur dan Wagub, ketertinggalan kita dalam aspek infrastruktur selama ini akan bisa kita kejar,” timpalnya.

Dalam aspek infrastruktur kesehatan seperti ketersediaan RSUP Rujukan NTB, pasangan Ahyar Mori berjanji jika diberikan amanah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur akan membangun RSUP Rujukan di Kota Bima. “Membangun Islamic Center di Kabupaten Bima. Dan membangun GOR berstandar Internasional di Kabupaten Dompu,” kata Mori disambut yel-yel hidup Ahyar-Mori.

Sebagai upaya menekan tingginya angka pengangguran yang ada di masyarakat NTB, Ahyar Mori, memiliki program penciptaan wirausaha baru sebanyak 10 ribu setiap tahunnya. “Program ini sebagai upaya pasangan Ahyar-Mori menekan tingginya angka pengangguran di NTB, khususnya di Bima dan Dompu yang kondisinya sudah sangat darurat,” ujarnya.

Dalam aspek moral dan merebaknya penyalahgunaan Narkoba, ketika terpilih menjadi Cagub dan Cawagub, aspek peredaran Narkoba menjadi agenda utama yang akan disikapi pasangan Ahyar Mori. “Kita harus pastikan daerah kita khususnya Bima dan Dompu bebas dari Narkoba. Masalah ini adalah masalah political will, ketika Pimpinan Daerah meminta aparat penegak hukum bekerjasama bahu membahu memberantas peredaran Narkoba ini, Insya Alloh bisa kita wujudkan,” cetusnya. (GA. 211*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.