Header Ads

Dinas Pertanian Sosialisasi Varietas Jagung Jenis JH 27 di Kecamatan Bolo



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Pasca adanya penolakan bantuan bibit jagung jenis varietas JH 27 oleh para Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima beberapa pekan lalu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hotikultura dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bima-NTB, Rabu, (16/5) menggelar kegiatan sosialisasi terkait varietas bibit jagung jenis JH 27, kepada sejumlah poktan yang ada. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor BP4K Kecamatan Bolo yang dihadiri oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Mansyur SP, Kepala BP4K Kecamatan Bolo, Ibrahim S. PKP, Kepala UPT Pertanian Tanaman Pangan Hotikultura dan Perkebunan Bolo, Muflin A. MD, para PPL serta sejumlah Ketua Kelompok Tani yang ada di Kecamatan Bolo.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Mansyur SP, usai kegiatan mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya dalam rangka mensosialisasikan varietas bibit jagung jenis JH 27 kepada para Poktan, dengan tujuan para petani tersebut lebih memahami seperti apa itu jenis bibit jagung JH 27. Dijelaskan bahwa, sebelumnya varietas JH 27 merupakan bibit jagung yang dialokasikan oleh pemerintah untuk membantu para petani untuk masa tanam Program MK1 tahun 2018. Di wilayah Bolo. "Hanya saja para petani yang ada telah menolaknya sehingga harus kita kembalikan lagi ke pusat," tuturnya.

Dikatakan, bibit jagung JH 27 sendiri merupakan bibit yang di alokasikan langsung oleh pemerintah melalui dinas terkait yang ada di Provinsi dengan sistim tender. Pengadaan bibit jagung dan kesemuanya ditentukan oleh pihak provinsi, bukan dari kebijakan atupun ditentukan oleh pihak daerah. "Jadi kami hanyalah perpanjangan tangan saja guna menyalurkan barang yang ada ke tangan petani", ujar Mansyur.

Sebelumnya ada beberapa pilihan varietas bibit hasil produksi Litbang yang ditawarkan oleh pihak provinsi, diantaranya," JH 27, Bima 9, Bima 20, JH 21, Bima 14 dan Bima 19, hanya saja untuk wilayah Kabupatena Bima mendapatkan jenis JH 27 serta Bima 20. Guna memenuhi kebutuhan petani sebanyak 200 ton di wilayah bolo ini, terangnya. Dia mengakui bahwa variesta JH 27  adalah prodak baru, namun varietas ini merupakan  bibit unggul yang tidak kalah saing dengan varietas lain, baik pertumbuhannya maupun sokongnya yang memang sangat besar serta bijinya yang sangat padat. "Hal itu dapat saya pastikan sebab, sebelumnya waktu kita adakan rapat di Provinsi NTB beberapa waktu lalu, saya sendiri sehari sebelum kegiatan rapat terlebih dahulu berangkat kelokasi perusahaan pengadaan bibit JH 27 tersebut di Surabaya dengan tujuan tiada lain untuk memastikan proses pembibitan serta demplot yang telah dilakukan, dan alhasil ternyata hasilnya cukup baik, artinya bibit JH 27 ini sangat bagus, untuk dikembangkan ditengah masyarakat tani. Sebab  saya tahu persis baik mutu serta kualitasnya dilokasi memang sudah dilakukan pengujian", katanya seraya mengakui bahwa jenis JH 27 ini tidak kalah bagusnya dengan varietas lainnya yang biasa ditanam oleh masyarkaat tani umumnya saat ini.

Atas dasar itulah pihaknya hadir guna memberikan pemahaman serta penjelasan secara detail atas varietas JH 27. Sehingga para petani yang ada tidak lagi bertanya-bertanya dan ragu untuk menanam varietas tersebut. "Dan Alhamdulillah tadi para pertani sudah pada paham dan merespon dengan baik setelah kita berikan panjang lebar tentang varietas JH 27", tandasnya. (GA. Onky*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.