Header Ads

Butuh Waktu Belasan Tahun Lagi Rampungkan Pembangunan Masjid Al-Muwahiddin


Kota Bima, Garda Asakota.-

Belasan tahun masjid Agung Al-Muwahiddin Bima berdiri kokoh di tengah-tengah kota seakan mengisyaratkan sebuah kemegahan bangunan tempat ibadah Umat Muslim Bima khususnya Kota Bima yang di gadang gadang akan menjadi Icon Kebanggaan wilayah terkecil yang berada di Timur pulau Sumbawa ini. Namun ironi sekali di balik ekspektasi luar biasa masyarakat Bima pada umumnya terlihat fakta tersendat-sendatnya proses penyelesaian pembangunan Masjid Agung Al-Muwahiddin Bima yang hingga hari ini masih banyak yang harus ditangani. Seperti diutarakan oleh seorang Konsultan Perencana Pembangunan Masjid Agung Al-Muwahiddin Bima, Dedi, ST, kepada Garda Asakota, Selasa (22/5).



Menurutnya, menyelesaikan pembangunan masjid Agung ini tak semudah angan karena kedepan puluhan milyar anggaran lagi yang harus dibutuhkan Panitia untuk menuntaskannya. "Namun darimana harus kita dapatkan dana puluhan milyar tersebut?, mengandalkan dana hibah dari pemerintah itu tak seberapa misalnya saja untuk tahun ini ada anggaran Rp2,5 milyar dana hibah bantuan dari pemerintah Kota Bima Rp1 milyar kemudian dari Bank Jawa Barat Rp500 juta serta 1 milyar dari APBD Pemprov NTB. Artinya potensi anggaran di tahun 2018 ini sekitar Rp2,5 milyar yang akan kita pergunakan untuk menyelesaikan beberapa item terutama sekali di sisi timur mulai dari tangga masuk pintu masuk, plaza, termasuk 2 menara sudut," ujarnya.

Sekarang ini, kata dia, Panitia sedang melakukan gambar ulang dan perhitungan ulang atau draw recount karena  gambar yang lama sudah tidak sesuai  dan tidak representatif karena banyak mengalami perubahan artinya gambar lama itu tidak lengkap. "Sekarang kita gambar kembali dengan kelengkapan yang ada mulai dari struktur dan arsitekturalnya, dan dari hasil gambar itu perhitungannya nanti secara utuh termasuk penyelesaian landscape atau halaman masjid, tempat parkir dan taman di taksir sekitar Rp46 milyar anggaran lagi yang dibutuhkan. Dan jika akumulasi anggaran setiap tahun untuk penyelesaian pekerjaan Pembangunan masjid Agung Al-Muwahiddin Bima hanya  bermain di kisaran angka Rp2,5-Rl3 milyar pertahun maka butuh waktu belasan tahun lagi untuk menuntaskanya," ungkapnya.

Diakuinya sejak tahun 2006  pemerintah Kota Bima rutin menyisihkan sebagian anggaran APBD untuk pembangunan Masjid Al-Muwahiddin Bima lalu sempat terhenti di 2010. Kemudian di lanjutkan kembali di tahun 2012 hingga sekarang. Menurutnya pula, Yayasan Pembangunan Mesjid Agung Al Muwahiddin Bima itu terbentuk 2007  sehingga proses pelaksanaan pembangunan masjid selama ini di laksanakan secara swakelola oleh Pemerintah melalui Dinas PU  dan Yayasan sementara Panitia Pembangunannya sendiri baru terbentuk tahun lalu atau baru berumur 2 tahun.
Sebenarnya, kata dia, untuk menuntaskan pembangunan masjid ini tidak sekedar mengandalkan dukungan pemerintah daerah saja, harusnya baru benar benar jadi Icon ketika masyarakat secara langsung yang mendukungnya karena itu dalam hal ini Pemerintah diminta untuk bisa memfasilitasi membangun sebuah jaringan pembiayaan yang bersumber dari swadaya masyarakat. "Kita buatkan semacam database penyumbang tetap di setiap kelurahan yang ada dan hal tersebut pernah kami simulasikan bersama pemerintah jika kita asumsikan dari 45 ribu KK yang ada minimal menyumbang  30 ribu perbulan maka akan terkumpul dana Rp1,3 milyar per bulan dan Rp13 milyar per tahun, maka dengan dana itu saja bisa dipastikan kita tidak lagi membutuhkan waktu tiga periode atau 15 tahun lagi untuk menuntaskan pembangunan masjid Agung Al Muwahiddin Bima ini. Cukup empat tahun saja seandainya pola ini di laksanakan maka akan selesai, akan tetapi semua tak semudah membalikkan telapak tangan, tentu butuh proses tinggal bagaimana semua elemen yang ada mampu menggugah masyarakat untuk bisa berkontribusi," pungkas Dedi. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.