Header Ads

Belajar Ber Ramadhan. Mengintip Akhirat Dengan Lapar Dan Haus



Baharudin

Ada sebuah Penelitian yang menarik Mengenai Rasa lapar yang diadakan di barat. Kita tahu, orang-orang barat itu mayoritas Materialis, mereka hanya mengukur segala sesuatu dari segi material dan melupakan segala hal yang Immaterial.

Penelitian ini mengamati sekelompok orang yang merasakan Lapar. Setelah diadakan percobaan beberapa hari untuk merasakan lapar, ternyata terjadi sesuatu yang aneh, pikiran mereka menjadi lebih filosofis. Mereka menjadi bisa berfilsafat, seperti seorang filosof, orang-orang yang lapar itu mulai memikirkan sesuatu yg Abstrak.

Pikiran mereka tidak lagi terbatas pada hal-hal yang konkrit saja. Hati mereka membisikan sesuatu yang di luar jangkauan Materi.

Sampai disini menurut Imam Al ghazali, bila dilanjutkan dengan Dzikir yg khusu’, lama kelamaan hijab yang menutupi mata hati kita akan disibakkan oleh allah. Kita bukan saja memikirkan sesuatu yang spiritual, tapi juga bisa merasakanya.

Kita tidak cuma menjadi filosof yang merenungi sesutu yang trasedental, tapi kita juga memasuki wilayah kaum sufi yang mampu merasakan sesuatu yg spiritual.

Suatu hari Rasulullah SAW mengunjungi sebahagian sahabatnya , ahli suffah, yang berada di dekat masjid rasulullah.

Beliau melihat anak muda yang berjalan semponyongan, kelihatannya dia kurang makan. Bola matanya cekung dan raut wajahnya tampak pucat sekali. Beliau mendekatinya dan bertanya. "Bagaimana Keadaanmu hari ini?”, “Ya Rasul, aku memasuki waktu pagi ini dalam keadaan yakin pada semua yang engkau ucapkan. Sekarang aku dapat melihat dengan mata hatiku, sehingga semuanya terlihat jelas dan nyata di hadapanku”, Jawab pemuda ini. Rasulullah ingin mengetahui lebih jauh, maka ditanya lagi pemuda ini, “Segala sesuatu itu mempunyai tanda, kau mengaku sebagai orang yang ahlul yaqin, lalu apa yg menjadi tanda dari keyakinmu?  Ya Rasul, tanda keyakinanku, saat ini aku memperbanyak lapar dan haus di siang hari. Aku memperbanyak Ibadah dan Zikir di malam hari. Sehingga dengan semua ini, walaupun masih di dunia, seakan aku menyaksikan seluruh manusia di himpun di padang masyar dan aku berada di antara mereka.

Aku melihat Ahli surga menikmati segala kebahagiaan di dalamnya. Aku melihat Ahli Neraka berteriak-teriak dalam penderitaannya. Aku mendengarkan gejolak api neraka berputar-putar di telingaku.Ya Rasul, sekiranya engkau Izinkan, akan aku sebutkan siapa saja di antara sahabatmu yang termasuk ahli surga dan neraka?”. Apa jawab Rasulullah?” Cukup sampai disini, jangan kau teruskan!.

Amat banyak sekali kisah kisah seperti ini. Tapi setidaknya kisah ini sudah cukup menjadi bukti bahwa rasa lapar bisa menjadi kendaraan yang mengantarkan tirai mata hati seseorang.

Pemuda ahli suffah ini dengan rasa laparnya dapat mengintip sebagian rahasia alam malakut.

Kawanku…Sesungguhnya setiap kita memiliki fakultas batiniyah berupa mata hati yang mampu menyibak misteri alam malakut. Seperti halnya mata kepala kita yang dapat melihat hal-hal yang nyata, begitu juga mata hati kita bisa menyaksikan hal-hal yang Ghaib. Hanya saja, disebabkan setan yang selalu menyelubungi hati kita dengan membisikan segala godaan yang membuat kita lupa kepada Allah, sehingga menghalangi mata hati kita untuk menyaksikan kerajaan langit.

RASULULLAH telah mengisyaratkan dalam Sabdanya:

"Seandainya setan-setan itu tidak mengelilingi hati anak adam, niscaya mereka dapat menyaksikan rahasia-rahasia kerajaan langit,".

Akhirnya, mudah-mudahan Allah, Al Qahhar yang Maha menundukkan, berkenan menundukan hawa nafsu melalui ibadah puasa yang kita jalani ini, sehingga kita semua menjadi orang-orang yang dapat menguasai hawa nafsu, dan bukan dikuasai oleh hawa nafsu


*Penulis adalah Alumni pondok pesantren IMMIM Makasar

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.