Header Ads

Lima Jenis Penyakit Berat Menduduki Posisi Teratas Yang Ditangani RSUP NTB




Mataram, Garda Asakota.-

Membiasakan diri dengan pola hidup yang sehat, beristirahat yang cukup dan berolahraga yang teratur bisa menjadi tips yang menarik dalam upaya pencegahan munculnya penyakit yang berat dalam masyarakat kita. Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUP) NTB, dr H Lalu Hamzi Fikri MM., pada tahun 2017, RSUD Provinsi NTB, paling banyak menerima rawatan pasien penyakit dalam. 

“Ada sekitar 18 Ribu pasien penyakit dalam yang dirawat di RSUD Provinsi NTB. Jenis penyakit dalam ini terbagi dua yakni poli penyakit dalam 1 yakni pasien baru penyakit dalam berjumlah 9.115 orang pasien dan poli penyakit dalam 2 yang tingkatannya sudah kronis dan berat berjumlah 9.162 orang,” ujar Lalu Hamzi ditemani jajaran Humas RSUP NTB dan Kabag Pemberitaan Biro Humas Setda Provinsi NTB, Lalu Ismunandar, saat menggelar konferensi pers di ruangan Media Center Biro Humas Setda Provinsi NTB, Selasa 03 April 2018.

Posisi kedua jenis penyakit yang ditangani di RSUP NTB adalah penyakit jantung dengan jumlah kunjungan 15.201 orang pasien. Dan posisi ketiga terbanyak adalah Poli Bedah dengan jumlah kunjungan 8.976 orang pasien. Yang Kelima adalah penyakit Paru dengan jumlah kunjungan 8.619 orang pasien.

Sebagai Rumah Sakit yang telah mendapatkan predikat Terakreditasi Paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada tanggal 10 April 2017 lalu, RSUD Provinsi NTB, menurut Lalu Hamzi Fikri, terus meningkatkan pemenuhan fasilitas dan aspek pelayanan.

“Peningkatan aksesibilitas dan pengembangan layanan yang dirasakan oleh masyarakat berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan ke Rumah Sakit. Trend rata-rata kunjungan pasien dalam 10 tahun terakhir ada peningkatan 3,5 % per tahun. Peningkatan kunjungan pasien tertinggi pada layanan rawat jalan trend kenaikannya 30.08%, rawat inap dengan trend kenaikan 14,22%, dan IGD dengan trend kenaikan 2,84%,” jelas Lalu Hamzi.

Beberapa layanan unggulan RSUP NTB menurutnya adalah pengembangan pusat pelayanan jantung dan pembuluh darah terpadu, pengembangan pusat informasi terpadu dengan fasilitas 145 cctv dan 8 Digital Signed dan Public Address, pengembangan Instalasi Radiologi dengan alat-alat canggih seperti CT-Scan 128 slices, C-Arm, CR dan DR serta penambahan mamografi dan MRI, Operasional Graha Mandalika yang diresmikan pada tanggal 6 November 2017 dengan fasilitas poliklinik mandiri, instalasi Litbangkes, Skill Lab, dan Guest House dengan 32 kamar penginapan.

“Yang terakhir adalah pengembangan layanan onkologi dengan melengkapi layanan bedah onkologi dan tindakan kemoterapi. Sedangkan operasional layanan radioterapi direncanakan pada bulan Juli-Agustus 2018 ini,” terangnya.

Dampak dari adanya peningkatan fasilitas dan pelayanan tersebut, kata Lalu Hamzi, berpengaruh pada penurunan jumlah kasus rujukan ke luar daerah sebesar 27,31 persen dalam lima tahun terakhir ini. (GA. 211/215*).


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.