Header Ads

Saat Reses, Lurah Jatibaru Apresiasi Kinerja Anggota DPRD


Kota Bima, Garda Asakota.-

          Empat orang anggota DPRD Dapil-1 Asakota Kota Bima yakni, Ir. M. Nor dari PAN, Hj. Rini Anggriani, SE (PBB), Jaidin (PDIP), dan H. Sidra dari PPP hadir dalam kegiatan Reses Dapil Asakota yang dihelat di lingkungan Sapaga Kelurahan Jatibaru, Jumat sore (16/03). Ratusan warga terlihat hadir menyambut kehadiran para anggota dewan tersebut termasuk Lurah Jatibaru, Ketua LPM, Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

   

    Pada kesempatan tersebut, Tasrif, S.bk, Lurah Jatibaru menyampaikan apresiasi kepada segenap anggota DPRD Dapil Asakota yang telah berjuang mendatangkan banyak realisasi program di tahun ini. Diantaranya, kata dia, pembangunan jalan lingkar Timur dengan dana fantastis yang cukup besar yaitu Rp3,7 Milyar untuk proses pekerjaan pengaspalan jalan 3 km kemudian pembangunan jembatan serta pelebaran jalan. "Mudah-mudahan hasil Reses hari ini juga bisa diperjuangkan kembali untuk proses pembangunan jalan Lingkar Barat," ungkapnya.

        Hal terpenting lainnya yang merupakan hasil perjuangan wakil rakyat di DPRD adalah terbentuknya pemekaran Kelurahan Jatibaru. "Dan Insya Allah akan menuai hasil karena Alhamdulillah Nomor Kode Wilayah dari Kemendagri sudah di serahkan ke Kelurahan yang artinya bahwa tahapan-tahapan pemekaran sudah selesai. Tinggal menunggu peresmian oleh legislative dan eksekutif. Ini merupakan bukti perjuangan perwakilan kita yang ada di lembaga Dewan meneruskan hasil reses di tahun-tahun sebelumnya dan ini merupakan hal yang sangat luar biasa sekali karena dengan adanya pemekaran ini tentunya akan berdampak terhadap cepatnya proses  pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan," pujinya.

          Lurah juga mengungkapkan bahwa di tahun ini Kelurahan Jatibaru mendapatkan program Sanitasi Lingkungan sejumlah 6 titik yang mampu menampung sekitar 60 KK. Dia berharap kedepannya akan ada lagi penambahan sanitasi. "Karena memang dari sekian banyak Kelurahan yang minim sanitasinya adalah Jatibaru," akunya.

        ‎Sementara itu, juru bicara anggota DPRD Dapil Asakota, Ir. M. Nor, menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Lurah Jatibaru adalah benar adanya karena memang Reses merupakan salah satu sarana penjaringan Aspirasi yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Bima di masing-masing daerah pemilihan. "Jadi kami sangat mengapresiasi bilamana dalam setiap agenda reses dipadati oleh warga masyarakat karena memang proses perencanaan pembangunan akan pincang apabila tidak melibatkan masyarakat melalui penyampaian asprasi semacam ini. Tentunya, berdasarkan skala kebutuhan sesungguhnya apa saja sih yang dibutuhkan masyarakat saat ini," jelasnya.

         ‎ Menurutnya, dulu kegiatan Reses itu dilaksanakan di kantor Kecamatan namun informasi yang sampai kepada masyarakat hanya sebagian saja yang tahu oleh karenanya lembaga legislative menerapkan pola Jemput Bola yaitu menjaring langsung aspirasi masyarakat dengan melaksanakan kegiatan Reses di tiap lingkungan yang ada agar warga pun berperan aktif untuk memberikan saran dan pendapat dan informasi tentang apa saja yang dibutuhkan.
   
         Di ‎tempat yang sama salah seorang warga lingkungan Lewi dalam sesi diskusi, Bambang menyampaikan agar program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bedah Rumah terus dilaksanakan karena fakta yang dijumpainya di wilayah Jatibaru masih banyak rumah warga khususnya yang berada di pinggiran sungai rata-rata layak bedah rumah. Warga juga berharap agar beras Rastra moga bisa di kembalikan seperti sedia kala yaitu Raskin karena memang hadirnya program Rastra ini menimbulkan gejolak di tengah masyarakat lantaran penerima manfaat tidak sebanyak dalam program Raskin.

        Demikian juga yang disampaikan oleh warga lingkungan Sapaga, Ustadz Iswadin yang mengusulkan agar di wilayah Kelurahan Jatibaru dibangun GSG (Gedung Serba Guna) untuk kegiatan sosial masyarakat dan jambanisasi karena masih terlihat banyak warga yang BAB di sungai. Selain itu, dia mengusulkan tersedianya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) karena pihaknya melihat banyak warga yang membuang sampah di sungai. "Dan jelas itu merupakan sebuah hal yang tidak mencerminkan perilaku hidup yang baik," katanya. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.