Header Ads

Direktur BLUD Bima Terus Maksimalkan Sarana Pelayanan di RS

drg. H. Ikhsan

Kota Bima, Garda Asakota.-

Di tengah guncangan dan desakan pencopotan dari Kepemimpinannya sebagai Direktur BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) Bima lantaran viralnya isu penelantaran Jenazah Bayi yang tak bisa dipulangkan dengan Ambulance karena keterbatasan biaya menjadi sebuah kontroversi yang hingga hari ini masih hangat diperbincangkan oleh warga masyarakat via Medsos maupun media cetak. Namun hal itu, tak menyurutkan semangat dan langkah Direktur RS dan jajarannya untuk terus memberikan yang terbaik kepada warga masyarakat.

Sebagai seorang yang memimpin instansi pelayanan,  pihaknya menilai wajar dan lumrah adanya, bila banyak elemen warga masyarakat menyuarakan dan menuntutnya untuk dicopot dari RS akibat imbas dari peristiwa tersebut. "Tentunya saya sebagai ASN pada prinsipnya siap menerima apapun keputusan Pemerintah Daerah bilamana dalam tahap investigasi yang akan dilakukan oleh lembaga terkait ditemui hal-hal yang mengandung unsur kelalaian itu," ujar Direktur BLUD, drg. H. Ikhsan, kepada wartawan, Kamis (29/3).

Meski demikian, diakuinya tahapan investigasi terkait dengan persoalan tersebut sudah dilakukan oleh pihak Inspektorat. Demikian juga dengan lembaga Ombudsman sudah melakukan pemeriksaan bahkan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) pun telah mengambil keputusannya. "Kita sebagai manusia hanya bisa ber ikhtiar selebihnya urusan yang di Atas. Tentunya, apa yang terjadi kemarin akan menjadi sebuah renungan bagi kami dan jajaran di RS untuk bisa menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. InsyaAllah, kami yakinkan bahwa hal tersebut terjadi cukup sekali saja," cetusnya.

Saat ini, kata dia, yang bisa dilakukan pihaknya adalah bagaimana bisa segera melakukan pembenahan-pembenahan serta perbaikan-perbaikan sarana maupun prasarana pelayanan di RS, terutama sekali yang terkait dengan faktor pelayanan. Disebutkannya bahwa, beberapa pembenahan yang sedang dilakukan saat ini diantaranya adalah pihak RS sudah menyiapkan mobil Jenazah yang peruntukannya jelas hanya untuk urusan Jenazah sementara Ambulance untuk pelayanan pasien hidup yang mau di rujuk kemudian mengaktifkan kamar Jenazah dengan menunjuk kepala Instalasi Pemulasaran Jenazah beserta Stafnya. Kemudian membuat selasar yang menghubungkan ruang Perawatan dengan Ruang Jenazah.

 "Kami juga telah meminta Bupati Bima untuk menempatkan Satpol PP di RS untuk menjaga keamanan dan kenyamanan petugas termasuk pasien dan keluarganya. Dan Alhamdulillah menanggapi permintaan ini, Bupati sudah setuju," akunya seraya menambahkan bahwa upaya lain yang tengah dilaksanakan pihaknya saat ini adalah mengevaluasi semua SPO terkait dengan Pemulasaran Jenazah termasuk berita acara serah terima Jenazah. "Terakhir saya ingin menyampaikan Apresiasi dan Terimakasih tentunya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yang selama ini telah mengawal serta mendukung pihak RS demi terwujudnya peningkatan pelayanan di RS Bima," tandas drg. H. Ikhsan. (GA. 004*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.