Header Ads

Warga Jatiwangi Protes Tidak Terdata Sebagai Penerima Bantuan Beras Gratis dari Pemerintah


Kota Bima, Garda Asakota.-

            Kesenjangan sosial nampaknya masih saja terjadi di zaman kini. Salah satu contohnya dialami oleh 34 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami wilayah Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima tepatnya warga lingkungan RT.08/04. "Sejak berpisah dengan Kelurahan Nae dan bergabung dengan Kelurahan Jatiwangi pada enam tahun lalu sampai hari ini tak sekalipun kami dan warga mendapatkan program bantuan sosial dari pemerintah seperti bantuan Raskin ataupun beras sejahterah seperti saat ini, padahal dari awal kami sudah menyerahkan nama-nama warga kepada pihak Kelurahan, namun hingga kini tak jelas tindak lanjutnya," ungkap Ketua RT sementara lingkungan setempat, Kaharuddin.
   
         Diakuinya, pihaknya bersama warga lainnyapun sudah pernah mendatangi kantor Kelurahan untuk menyampaikan hal tersebut, namun lagi-lagi tak ada realisasi apapun dari pertemuan tersebut. Kalau kondisi semacam ini terus dibiarkan, kata dia, maka ketimpangan dan kesenjangan itu akan terus saja terjadi. "Padahal kami juga adalah bagian dari warga Negara Republik Indonesia yang menginginkan hak yang sama dengan warga lainnya namun kami merasa bagai terisolasi dari Negeri kami sendiri," akunya.

     Sementara itu Kepala Kelurahan Jatiwangi, Muhammad, MH, S,Sos, yang dimintai konfirmasinya menjelaskan bahwa pihaknya bukannya tidak menanggapi ataupun tidak menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga eks Kelurahan Nae yang mendiami lingkungan Tato Rt. 08 tersebut. "Kami sebenarnya sudah melaporkan hal tersebut langsung ke Dinsos Kota Bima dan dari sana kami mendapatkan informasi bahwa warga tersebut masih terdata di kelurahan Nae yang secara otomatis bahwa apapun bantuan untuk mereka tetap melalui Kelurahan Nae," akunya. Lurah malah menyarankan para warga untuk mengecek nama-nama mereka di Kelurahan Nae. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.