Header Ads

Sultan Bima Hadiri MTQ tingkat Desa Kalajena



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Senin malam, 22 Januari 2018 Pemerintah Desa Kalajena Kecamatan Wera Kabupaten Bima mengadakan acara MTQ Tingkat Desa Kalajena. Acara ini dihadiri oleh Sultan Bima, Kasubag Agama Kesra Pemkab Bima, Camat Wera, seluruh unsur Muspika Kecamatan Wera, dan segenap elemen masyarakat setempat.  Dalam sambutannya, Camat Wera HM. Ridwan, S. Sos, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sultan Bima atas kesediaannya menghadiri undangan Kepala Desa Kalajena dalam acara pembukaan MTQ tingkat desa Kalajena. "Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada seluruh elemen masyarakat dan panitia pelaksana MTQ tingkat Desa Kalajena," ucapnya.

Secara khusus Camat Wera berharap silaturahim Sultan Bima, Muhammad Ferryandi Putra, S.IP, bersama warga Wera akan terus dijaga mengingat kentalnya hubungan  emosional antara Kesultanan Bima bersama warga Wera dalam sejarah Bima. Sementara itu, Sultan Bima Muhammad Ferryandi Putra juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas undangan panitia dan sambutan masyarakat. "Kami sangat mengapresiasi atas antusiasnya warga Wera khususnya warga Desa Kalajena dan sekitarnya yang begitu bersemangat dalam melaksanan hajatan rutin tahunan seperti ini. Terimaksih setinggi tinggi juga kami sampaikan kepada Kepala Desa Kalajena, Samsudin H. Ajrun, yang sudah mengundang kami," ucap putra sulung Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri ini.

Pria yang kerap disapa Dae Yandi ini menegaskan bahwa MTQ adalah rutinitas tahunan yang sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menyelenggarakannya. Maka dari, ia berharap kepada seluruh warga masyarakat Kalajena dan masyarakat Kabupaten Bima umumnya agar dapat terus menjaga dan melestarikan budaya keislaman serta membumikan pembacaan kitab suci Al-Quran. "Ini tujuannya agar kita semua menjadi masyarakat yang cinta Qurani dan masyarakat yang berakhlakulkarimah," tuturnya.

Selain itu, Dae Yandi juga berharap agar di setiap kampung dapat membentuk dan menghidupkan budaya baca Al-Quran bagi generasi muda maupun anak-anak. "Sehingga kita dapat mencetak generasi yang cinta akan nilai-nilai keislaman, terutama kitab Al-Quran. Hal ini merupakan sebuah keharusan bagi saya sebagai Sultan Bima untuk mendukung dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan dan keislaman di Dana Mbojo," tuturnya. (GA. Ompu*)


2 comments:

  1. Muhammad Putera Ferryandi akan dinobatkan menjadi Jenateke XVII, Minggu (18/9/2016) melalui keputusan Tim Sembilan Majelis Adat Kesultanan Sara Dana Mbojo dengan penetapan Nomor 01/Ncuhi/VII/2016.

    Jenateke adalah istilah untuk setiap putra mahkota Kesultanan Bima, sebelum menjadi sultan.
    Pertanyaannya, Apakah sdh ada pelantikan sebagai sultan? Kapan dan di mana?

    ReplyDelete
  2. http://www.bimakini.com/2016/09/mengenal-calon-jenateke-ke-17-muhammad-putera-ferryandi/

    ReplyDelete

elshandy creative. Powered by Blogger.