Header Ads

Menyatunya Gerindra dan PDI P, Keberhasilan Awal Paket AMAN Mewujudkan Jargon NTB Untuk Semua




Mataram, Garda Asakota.-

Pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, TGH Ahyar Abduh-Mori Hanafi,SE., M.Comm., menggenapi partai politik pengusungnya dengan menerima SK Dukungan dari DPP PAN sehingga jumlah parpol pengusung yang akan mendaftarkan secara resmi pasangan AMAN (Pasangan AMAN ini dinilai merupakan pasangan yang terdiri dari komposisi yang utuh dari Provinsi NTB ini yakni keterpaduan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa), adalah Partai Gerindra, PPP, PDI-P dan PAN.

Dengan mengusung jargon NTB Untuk Semua, pasangan Ahyar-Mori, dalam Pilkada ini dinilai mampu mendapatkan sekaligus menyatukan dua kutub parpol yang dianggap berbeda secara Nasional yakni Partai Gerindra dan PDI Perjuangan. “NTB Untuk Semua itu tidak hanya menjadi jargon. Karena kalau dilihat dari menyatunya dua Parpol ini yakni Partai Gerindra dan Partai PDI Perjuangan maka kita semua bisa meyakini bahwa NTB Untuk Semua itu bisa diraih oleh kita semua,” ujar Balon Wakil Gubernur dari pasangan AMAN, Mori Hanafi, SE., M.Comm., kepada sejumlah wartawan Sabtu 06 Januari 2018 di Kantor DPW PAN NTB Kota Mataram.

Mori Hanafi mengatakan dari segi pemetaan geografis, kedudukan TGH Ahyar Abduh yang berasal dari Pulau Lombok bagian barat dan dirinya yang berasal dari Pulau Sumbawa merupakan representasi kesempurnaan dari wilayah NTB dan hal itu menurutnya sangat menguntungkan pasangan AMAN. 

Ditambah lagi dengan warna ideologis dari Empat Partai Pengusung yakni Gerindra, PPP, PAN dan PDIP mencerminkan akan adanya suatu keterwakilan yang sangat dinamis. Keberadaan Partai PAN di Pulau Sumbawa, menurutnya sangat memperlihatkan sebuah kekuatan yang kongkrit sebagai Parpol Pemenang Pemilu Legislatif di Pulau Sumbawa. “Begitu pun dengan PDIP yang memiliki kekuatan Fungsionaris Partainya yang dalam Pemilukada yang lalu berhasil memenangkan Pilkada di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Ditambah lagi dengan tambahan kekuatan dari mesin Parpol yang lain seperti Gerindra dan PPP yang juga tidak boleh dianggap remeh keberadaannya. Jadi didasari oleh hal itu, maka kami optimis kita bisa menang,” ujar Mori Hanafi dengan nada optimis.

TGH Ahyar Abduh sebagai seorang Putra Sasak Asli, lanjutnya, juga tidak kalah dalam segi pamoritas dan kemampuannya dalam meraih dukungan dari masyarakat Sasak. Dari segi mapping, apalagi TGH Ahyar Abduh berasal dari Lotim dan Istrinya berasal dari Lombok Tengah maka tentu hal ini tidak akan menyulitkan pasangan AMAN untuk meraih dukungan suara dari Lotim dan Loteng ini. “Kita sudah siap bertarung dengan tiga kandidat lainnya dalam Pilgub ini. Apalagi survey Pollmark yang dirilis pada bulan Agustus, Ahyar-Mori unggul dalam Pilgub ini dengan undecided voters masih diatas 65 persen. Begitu pun dengan hasil survey LSI yang dirilis pada bulan November, Ahyar-Mori juga dinyatakan unggul dari yang lainnya. Dan hasil survey terakhir yang dirilis pada tanggal 17 Desember, hasil yang sama juga diraih oleh pasangan Ahyar-Mori dengan tingkat undecided voters nya itu turun menjadi 30 persen,” ungkapnya.

Dengan sudah rielnya dukungan Parpol ke pasangan Ahyar-Mori, dikatakannya, kerja-kerja politik dari pasangan Ahyar-Mori akan semakin tersistimatis dan terarah kedepannya. “Sehingga optimisme kerja pemenangan pasangan AMAN itu akan semakin meningkat kedepannya,” pungkasnya. (GA. Imam/Ese*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.