Header Ads

Kisruh Soal Medali Lombok Marathon, Mori Hanafi: Solusi Bijaknya Minta Maaf Demi Menjaga Kehormatan Daerah




Mataram, Garda Asakota.-

Menyampaikan permintaan maaf merupakan salah satu langkah bijak yang harus segera dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Panitia Penyelenggara Lombok Marathon demi menjaga kehormatan daerah yang sudah tercoreng akibat kelalaian panitia penyelenggara.

Saran ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi SE M Comm sebagai salah satu solusi bijak akibat adanya keluhan dan kekecewaan peserta Lombok Marathon terhadap pelaksanaan Lombok Marathon yang dihelat di Kota Mataram akhir pekan kemarin.

“Kita minta maaf dulu pada semua pihak yang merasa kecewa, yang merasa terganggu, yang merasa dirugikan. Bahkan apabila diperlukan biaya yang dikeluarkan peserta kita kembalikan. Ini dilakukan demi menjaga kehormatan dan nama baik daerah,” saran pria muda energik ini kepada sejumlah wartawan, Senin 29 Januari 2018.

Penelusuran internal terhadap terjadinya dugaan kealpaan atau kelalaian panitia dalam penyelenggaraan kegiatan menurut Mori Hanafi harus dilakukan agar bisa diketahui akar permasalahannya secara baik. “Tapi sifatnya hanya bersifat internal dan tidak perlu kita ungkap kepada publik,” tegas Mori.

Sebagai seorang Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, sangat menyayangkan sikap tidak profesional panitia dalam melaksanakan event tersebut sehingga lahir banyak kekecewaan yang berujung pada aksi protes peserta. Padahal menurutnya, event Lombok Marathon itu merupakan ajang tahunan yang seharusnya terselenggara pada tahun 2017 lalu. Namun, tertunda oleh karena adanya erupsi Gunung Agung di Bali. Menurutnya, penundaan event itu sesungguhnya bisa dimaklumi. Namun dirinya tidak habis pikir mestinya dengan penundaan yang cukup lama itu, panitia mampu menyelenggarakan kegiatan dengan persiapan yang lebih matang.

“Mestinya dengan terjadinya penundaan waktu pelaksanaan yang cukup lama persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut sudah sangat matang. Apalagi peserta yang mendaftar di kegiatan itukan banyak. Bayangin aja ditunda sebulan setengah. Koq justru malah lebih amburadul,” sesal pria yang dikenal ramah ini.

Jika alasannya adalah kesiapan soal medali karena baru selesai dipesan pada hari digelarnya Marathon, menurutnya hal itu merupakan alasan yang sangat sulit diterima. “Apalagi peserta Lombok Marathon ini saya dengar sudah membayar untuk event ini. Mestinya, segala persiapan menyangkut atribut, kaos atau medali sudah dipesan pada saat anggarannya sudah ada,” sorot Mori lagi.

Mencuatnya aksi protes peserta Lombok Marathon ini diberbagai media menurut politisi Partai Gerindra ini merupakan sesuatu hal yang mencoreng nama NTB. Dan ini menurutnya merupakan salah satu kerugian bagi daerah yang cukup sulit untuk dipulihkan.

“Pasti dampak sesaat itu ada. Karena itu kita harus minta maaf dulu. Kita harus mengakui bahwa ini adalah kesalahan dan kelalaian kita, jadi tidak usah saling lempar kesalahan sebab ini bukan saatnya kita saling melempar kesalahan. Point pentinya adalah kita minta maaf dulu pada semua pihak yang merasa dikecewakan, yang merasa terganggu dan yang merasa dirugikan tersebut,” pungkasnya. (GA. 211*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.