Header Ads

IMM Cabang Mataram Sorot Soal Kelangkaan Pupuk, Jatah Pupuk NTB Tahun ini 145 Ribu Ton





Mataram, Garda Asakota.-

Difasilitasi oleh Komisi II DPRD NTB, sejumlah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mataram, menggelar audience dengan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB soal kelangkaan pupuk di NTB, pada hari Jum’at 05 Januari 2018, di ruang Komisi II DPRD NTB. Dalam kesempatan audience tersebut hadir anggota Komisi II DPRD NTB, Raihan Anwar dan Lalu Darma Setiawan, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir Chusnul Fauzi dan sejumlah aktivis IMM Cabang Mataram yang di koordinir oleh Subhan.

Korlap Aksi IMM, Subhan, sempat menyorot terjadinya kelangkaan pupuk di sejumlah Kabupaten/Kota di NTB. “Selain langka, harga pupuk subsidi juga melonjak naik. Ada apa dibalik ini semua?,” kritik Subhan dihadapan Kadistanbun NTB, Ir Chusnul Fauzi, dan anggota Komisi II DPRD NTB di ruang Komisi II DPRD NTB, Jum’at 05 Januari 2018.

Kadistanbun NTB, Ir Chusnul Fauzi, menjelaskan Jatah pupuk Urea subsidi untuk Provinsi NTB pada tahun 2017 yakni sebanyak 138 ribu ton untuk seluruh Kabupaten dan Kota yang didistribusikan sesuai dengan proporsi kebutuhan lahan. Lahan baku di Provinsi NTB adalah seluas 268 ribu hektar sawah.

“Sementara kebutuhan pupuk Urea di Provinsi NTB adalah sebanyak 225 ribu ton. Tetapi berhubung kondisi keuangan Negara yang berimplikasi dengan berkurangnya subsidi, maka kita hanya mendapatkan jatah sebesar 138 ribu ton dengan tambahan pada sekitar bulan Desember yakni sebesar 9 ribu ton jadi total pupuk urea untuk Provinsi NTB adalah sebanyak 165 ribu ton,” jelas Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir Chusnul Fauzi, saat menghadiri agenda audience dengan pihak Komisi II DPRD NTB dan dengan sejumlah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mataram di ruang Komisi II DPRD NTB, Jum’at 05 Januari 2018.
Untuk tahun 2018 ini, rencananya Pemerintah Pusat akan memberikan jatah pupuk urea untuk provinsi NTB yakni sebanyak 145 ribu ton. Meski diakui oleh Chusnul angka 145 ribu ton itu masih jauh dari pemenuhan angka kebutuhan pupuk di NTB, dan terkadang menurut Chusnul untuk menambah alokasi pupuk urea subsidi dari Pempus itu dirinya harus bersikap ngotot. “Dan  saya masih menunggu agar jatah pupuk di NTB dapat dialokasikan sebanyak 165 ribu ton seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (GA. Imam/Ese*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.