Header Ads

Tidak Mendapatkan Bantuan Anggaran dari Pemerintah, 15 Atlet Bulutangkis Kota Bima Terlantar di Kota Mataram


Mataram, Garda Asakota.-

     Hasrat hati ingin menggaungkan nama Kota Bima diajang Kejuaraan Daerah Bulu Tangkis se-Provinsi NTB, justru nasib 15 orang atlet bulu tangkis Kota Bima harus terlunta-lunta di Kota Mataram karena kehabisan anggaran. Sejak tanggal 15 Desember 2017 hingga tanggal 21 Desember 2017 ini, Pelatih Bulu Tangkis Kota Bima, Iwan Santoso, bersama 14 orang rekan atlet bulu tangkis lainnya mengaku kehabisan anggaran karena Pemerintah Daerah tidak memberikan bantuan terhadap mereka untuk mengikuti Kejuaraan Daerah di Kota Mataram.

     “Kami tidak diberikan bantuan sepeserpun oleh Pemkot Bima. Padahal saat itu kami sudah menyampaikan surat permohonan bantuan anggaran ke Pemkot. Tapi oleh Wakil Walikota yang juga selaku Ketua Koni Kota Bima, kami didisposisikan   bantuan satu minibus melalui Dishub Kota Bima. Akan tetapi karena di Dishub tidak punya anggaran dikatakan kalau mau menggunakan minibus tapi harus menggunakan anggaran sendiri. Minibus itu kami pakai tapi bensin dan biaya supir serta operasional lainnya kami yang harus tanggung. Coba dihitung saja Rp250 ribu per hari, kami harus keluarkan anggaran sendiri. Mana supirnya bawa anak lagi. Jadi saat sekarang ini kami sudah kehabisan anggaran pribadi dari kantong     kami sendiri, padahal besok tanggal 22 Desember 2017 masih ada lagi satu kejuaraan yang harus kami ikuti. Namun, kalau kondisinya seperti ini, kami mungkin tidak akan bertahan lagi dan terpaksa harus balik lagi ke Kota Bima,” ungkap Iwan kepada wartawan media ini Kamis 21 Desember 2017.

     Menurutnya, ada dua kejuaraan yang akan mereka ikuti yakni kejuaraan bulu tangkis tingkat provinsi yang digelar dari tanggal 17 Desember 2017 hingga tanggal 19 Desember 2017 dan satu event kejuaraan lagi yakni PBSI Cup yang akan digelar dari tanggal 22 Desember 2017 hingga tanggal 26 Desember 2017. “Hanya saja kendalanya itu tadi, kami kehabisan ongkos. 

     Kemungkinan kami akan balik kampung dan tidak akan mengikuti pertandingan itu lagi. Padahal kami punya hasrat yang besar untuk mengikuti kejuaraan itu. Hanya saja sangat disesalkan kami tidak mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah,” lirihnya. (GA. 211*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.