Header Ads

Separuh Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Nunggak Iuran



Kota Bima,  Garda Asakota.-

          JKN KIS adalah sebuah program yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat ketika bermasalah dengan kesehatannya melalui Kartu BPJS Kesehatan namun di tengah jalan ditengarai bahwa keikutsertaan masyarakat sebagai peserta Kesehatan BPJS Kesehatan Mandiri tidak berimbang dengan ketaatan membayar iuran kepesertaannya. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Bima,Rahmatullah, di aula kantor Kelurahan Jatiwangi Asakota dalam acara sosialisasi program JKN KIS yang bekerjasama dengan BNI cabang Bima.

         Dalam ‎kegiatan yang dihadiri para kader Posyandu, Ketua RT dan RW serta tokoh Masyarakat Kelurahan Jatiwangi, Rahmatullah mengakui bahwa sampai saat ini sebanyak 43 persen atau hampir separuh Peserta BPJS Kesehatan Mandiri menunggak iuran tersebut bahkan pihak BPJS sendiri sudah melakukan langkah-langkah yang dinilai mampu untuk merubah kondisi yang sedang terjadi diantaranya adalah sudah mendatangi secara langsung mengunjungi para peserta dan sudah menghubungi via ponsel. "Nah, rata rata dari pengakuan para peserta bahwa kesulitan mereka membayar iuran BPJS mandirinya adalah tunggakan yang sudah terlampau banyak bahkan ada yang nunggak sampai tiga tahun," ungkapnya.
         ‎
  Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut pihak BPJS telah bekerjasama dengan BNI dalam Program "Tabungan Sehat BNI" dimana dalam program ini peserta bisa menabung sesuai dengan jumlah tunggakannya di mana pendaftaran awalnya itu sebesar Rp100 ribu selanjutnya adalah cicilan tunggakan bisa dibayarkan minimal Rp25 ribu. Mengenai berapa banyak peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang nunggak pembayaran iuran di tiap tiap kelurahan pihaknya mensilahkan konfirmasi saja ke Lurahnya karena pihak BPJS cabang Bima sudah menyerahkan data tersebut di tiap kelurahan," imbuhnya. (GA. 303*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.