Header Ads

Petani Kota Bima Keluhkan Harga Pupuk

Ilustrasi


Kota Bima Garda Asakota,-
   
       Ketersediaan Pupuk di Kota Bima, kini menjadi langka.  Padahal saat sekarang petani akan menyambut musim tanam. Selain sangat sulit ditemukan, para petani juga diperhadapkan dengan tingginya harga jual di tingkat petani. "Sudah satu minggu terakhir kami memburu keberadaan pupuk di berbagai pengecer. Namun setelah mendapatkan bukan rasa senang  yang didapat, malah kegetiran karena justeru harganya cukup mahal," keluh salah satu petani warga asal Kelurahan Rabadompu Barat, Dahlan, kepada Garda Asakota Kamis (07/12).

        Sebagai buktinya kata Dahlan, kemarin ia membeli pupuk urea di salah satu pengecer di Kota Bima dengan harga Rp150,000 per sak. Tentu saja harga ini cukup mahal, padahal tertulis di kemasannya pupuk bersubsidi dari Pemerintah. "Tapi harganya sangat mahal, sementara harga pupuk urea yang bersubsidi yang saya ketahui berkisar Rp90.000 saja per sak. Dengan harga tersebut tentu menjadi pertanyaan bagi para petani," cetusnya. Dia malah mempertanyakan, apakah dengan pasaran harga pupuk tersebut sudah mengalami  kenaikan dari pusat atau memang akibat perbuatan nakal dari oknum pengecer? . “Nanti saya bersama pihak Gapoktan lainnya akan mendatangi Dinas Pertanian untuk menanyakan harga pupuk yang sebenarnya. Terutama sekali harga pupuk bersubsidi,” imbuh Dahlan. 

          Dia menambahkan bahwa, bila saja harga pupuk itu benar-benar ada perubahan dari pusat, tentu pihaknya selaku petani tak akan persoalkan. Namum bila harga pupuk hanya akibat dari permainan oknum pengecer, maka kami tak segan untuk melaporkan secara resmi pada pihak Kepolisian. (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.