Header Ads

Warga Desa Tumpu Keluhkan Tingginya Harga Jual Pupuk Bersubsidi


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
 
       Sejumlah warga tani yang ada di Desa Tumpu  Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menduga adanya ketidakwajaran pembagian pupuk bersubsidi di tingkat petani. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, oknum pengecer Im, diduga telah menjual pupuk di atas harga het dengan kisaran harga Rp100.000/sak. Warga juga mengeluhkan, selain harga jual di atas het, juga menduga adanya pembagian pupuk yang tidak berdasarkan ARDKK-nya. "Itu semua telah melanggar ketentuan dan kesepakatan waktu reses dewan kemarin di aula kantor desa Tumpu, yang dihadiri oleh anggota DPRD dan kepala KUPT BBPP serta distributor pupuk," aku Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Tumpu, Muhammad Mundu, kepada wartawan, Jumat (24/11/2017).  Sesuai kesepakatan, kata dia, untuk pembagian pupuk harus berdasarkan ARDK-nya dengan melibatkan para ketua- ketua kelompok tani, sementara menyangkut harga pupuk dibandrol dengan harga Rp95. 000/sak untuk jenis urea dan harga npk-nya Rp125 000/sak, " terangnya.

        Sementara itu, menyikapi keluhan yang disampaikan warga masyarakat,  anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil-1, Ilham Yusuf, mengakui adanya oknum pengecer yang sudah menjual pupuk dengan harga tinggi yakni dengan harga Rp100.000/sak atau di atas harga het. "Padahal masyarakat sudah mentoleril dengan harga Rp95.000/sak," akunya seraya mengakui pula bahwa pembagian pupuk tersebut juga diduga tidak berdasarkan ARDKK. Untuk itu, Ilham menghimbau kepada pengecer agar tidak mencoba-coba menaikkan harga yang telah ditetapkan pemerintah. "Bilamana warga menemukan adanya pengecer menjual di atas harga het, silahkan langsung dilaporkan saja ke Polisi," pintanya mengingatkan. (GA. Ayub*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.