Header Ads

Terima Dana Cash Dari Penjualan Saham, PT DMB Berencana Investasi Kembali Ke PT AMNT


Mataram, Garda Asakota.-
            Paska dijualnya saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh PT Maju Daerah Bersaing (MDB), maka PT Daerah Maju Bersaing (DMB) diperkirakan akan mendapatkan manfaat dana cash sebagai nilai investasi yang akan diinvestasikan kembali untuk kegiatan-kegiatan pertambangan pada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
            “Yaitu sebagai penyedia barang material, pendukung kegiatan pertambangan non inti pada PT AMNT dan usaha lainnya yang dapat menunjang PAD. Selanjutnya rencana bisnis PT DMB kedepan yaitu mengembangkan usaha yang cukup potensial di bidang pariwisata, sub bidang AMNT Mineral, dan sub bidang keuangan dalam bentuk penyertaan modal pada perbankan yang akan ditentukan kemudian dalam RUPS,” jelas Wakil Gubernur NTB, HM Amin SH., menjawab pertanyaan dari Fraksi Gerindra, Fraksi PKS dan Fraksi PDI Perjuangan mengenai pendapatan yang bersumber dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terkait dengan PT DMB, pada saat Rapat Paripurna DPRD NTB jawaban Gubernur NTB atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda RAPBD Tahun Anggaran 2018, di ruang rapat paripurna DPRD NTB, Selasa 28 November 2017.
            Sementara menyangkut pertanyaan F PKS, F PPP dan F PDI Perjuangan mengenai hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan antara lain kewajiban PT Angkasa Pura dan hasil penjualan saham Pemprov NTB pada PT AMNT, dikatakan Wagub, hasil penjualan asset Pemprov NTB yang berada pada Bandara Internasional Lombok telah diperhitungkan sebagai komponen pendapatan dalam APBD TA 2017. “Adapun hasil penjualan saham PT DMB kepada PT AMNT akan ditentukan kemudian pada hasil RUPS PT DMB,” cetusnya.
            Sebelumnya, F PKS melalui Juru Bicaranya, H. Johan Rosihan, ST., menyatakan bahwa pada APBD-P 2017 terdapat tambahan penerimaan dari pembayaran penjualan aset BIL senilai 106 Milyar, juga pelunasan piutang dividen dari PT DMB yang mengangkat penerimaan daerah lebih dari 150 Milyar. Artinya pada tahun anggaran 2018, NTB akan “kehilangan” potensi penerimaan lebih dari 150 Milyar.
            Sementara disisi belanja pada APBD 2018, menurutnya, terdapat belanja yang dialokasikan sekali dalam 5 tahun yaitu alokasi terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah pada tahun 2018. Alokasi terkait penyelenggaraan Pemilukada ini berdampak pada struktur alokasi untuk urusan pemerintahan lainnya yang memerlukan penyesuaian alokasi tanpa mengurangi kualitas pembangunan di NTB.
            Di sisi pembiayaan pada APBD 2017, lanjutnya, terdapat SILPA sebesar 445 Milyar yang digunakan untuk menambal atau menutup defisit belanja, sedangkan pada APBD 2018 ini, asumsi SILPA hanya 25 Milyar.
Terhadap beberapa catatan ini, maka Fraksi PKS memandang, pemerintah daerah perlu memperkuat struktur pendapatan daerah untuk mengurangi tekanan terhadap struktur APBD Tahun Anggaran 2018 melalui upaya yang lebih serius terkait sejumlah potensi penerimaan daerah yang bisa diusahakan secara optimal.

“Fraksi PKS memandang, dengan memasukkan hasil penjualan saham milik pemerintah daerah pada PT NNT yang bernilai lebih dari 400 Milyar akan sangat membantu menenangkan postur APBD NTB 2018.  Terkait dengan penjualan saham daerah pada PT NNT, apa langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memastikan dana hasil penjualan tersebut masuk ke kas daerah, Dimana dalam RAPBD TA 2018 hanya dianggarkan sebesar 40 M saja? Bagaimanakah rencana dan tahapan PT DMB untuk menyetorkan hasil penjualan saham tersebut ke kas daerah?,” pungkasnya. (GA. Imam/Ese*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.