Header Ads

Potensi Pariwisata Bima

Oleh: Diana Dahlan 

        Bima, baik kabupaten dan kotanya terletak di propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka berada di pulau Sumbawa yang mempunyai magnet berupa pulau indah alami bernama Moyo. Kota Bima terdiri dari area persawahan seluas 1.923 Ha, hutan 13.154 Ha, tegalan dan kebun 3.632 Ha, ladang 1.225 Ha dan pesisir pantai membentang sepanjang 26 km (id.wikipedia.org). Secara umun, daerah ini didominasi oleh gunung batu yang dengan demikian menyebabkan rata-rata penduduk bertani. Mereka memanfaatkan lahan dengan menanam jagung dan tanaman keras lainnya.
         Kabupaten Bima oleh Bappeda setempat diinfokan sebagai daerah kaya oleh 105 titik destinasi. Spots ini tersebar di sejumlah kecamatan. Sebagai contoh, Madapangga yang berupa wisata hutan yang terletak di kecamatan Madapangga, pulau kambing di kecamatan Soromandi dan pantai Pink di kecamatan Lambu. (Note: coba cek warga disekitar anda. Banyak yang berpemahaman bahwa pulau Kambing adalah properti kota Bima). Langsung pada pertanyaan, “sudahkah spots wisata ini mempunyai brand tersendiri?”
           Tanpa kamus, hanya dengan memanfaatkan pengertian umun, brand berarti merk. Semisal pulau Komodo dengan animal bernama Komodo. Danau Toba dengan danau-nya bernama Toba dan Uma Lengge dengan rumah tradisional-nya. Yuph, spots destinasi di kabupaten Bima sudah memiliki merk tersendiri. Pertanyaan berikut-nya adalah, “sudahkah bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah?” dan “so, kenapa belum seperti Lombok, Bali atau Ruteng yang sejauh ini hanya menjual curah hujan yang intens?”
            Jika berbicara kompetisi wisata dan spots indah berjumlah 105 buah yang baru sedikit menyedot pengunjung, tentu akan ditemukan lebih banyak kendala disana selain alasan spots tersebut baru saja ditemukan dan atau sedang dikembangkan.
“Apa yaa kendalanya?”
Jika suka mengajak ngobrol turis asing yang sedang dalam perjalanan menggunakan mode transportasi yang sama, kita akan tahu bahwa safety adalah top-reason. Alasan keamanan menjadi kunci kunjungan. Untuk mengetahui keadaan sebuah daerah mereka menggunakan aplikasi google, membaca blog-blog travel dan kadang lebih percaya pada Lonely Planet daripada sikon terkini suatu daerah. Suatu hari, seorang berkebangsaan New Zealand menanyakan kepada saya, “apakah Tambora sedang aktif? Saya tahu orang Indonesia ramah, tapi saya wanita berambut pirang. Apakah aman?”
          Saya tidak menjelaskan tentang begal yang sedang mengganas, perang antar kampung yang tidak kenal musim atau Densus 88 yang baru saja menembak mati dua orang teroris. Sebelum itu semua, wanita paruh baya yang enerjik itu telah merubah haluan untuk tujuan Flores, NTT. Dengan menyembunyikan rasa takut yang tentu tidak mau ditunjukkan, ia buru-buru mengalihkan alasan, “Diana, yang namanya gunung berapi pasti akan meletus. Itu tinggal nunggu waktu saja.”
Judul tulisan ini adalah “Potensi Pariwisata Bima.”
Menurut UU No. 10/ 2009, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah.
           Bima pada hari-hari normal berintensitas penyinaran pada suhu 21•C sampai 30•C. Suhu tertinggi terjadi di bulan Oktober yaitu 37,2•C sampai 38•C. Tahu tidak bahwa Bima ditetapkan sebagai kota terpanas di Indonesia pada tahun 2014? (http://indonesia.travel/id).
Berikut spots wisata yang adem dikunjungi dengan keadaan suhu kota dan kabupaten Bima yang hampir sama, yaitu panas.
1. Pantai Kalaki
Spot ini indah dan segar untuk jogging, bersepeda dan berenang. Letaknya terjangkau sekitar 30 menit dari kota dan atau kabupaten Bima.
2. Pantai Ama Hami
Pantai ini terletak dipinggir pintu masuk/keluar kota Bima. Di sisi sebelahnya adalah laut yang tenang dan biru. Aktivitas dimulai sore hari sekitar pukul 16.00. Disana tersedia berbagai makanan enak dan minuman segar seperti bakso, mie ayam, jus buah dan snacks yang tersedia dalam berbagai rasa.
3. Pantai Lawata
Saya ingin mengatakan spot yang berada di kota Bima ini “cantik tiada tara.” Tapi, itu terasa tidak benar. Saya merasa suhu udara seperti 50•C dan pemandangan disana gersang. Wait! Itu tiga tahun lalu. Lihatlah Lawata yang sekarang! Dan tentu, masyarakat perlu memberi apresiasi terhadap usaha yang diberikan pemerintah setempat kepada pantai ini sehingga level kecantikannya naik sekitar 45%.
4. Pantai Torowamba
Pernah mendengar yang satu ini? Ya, ia terletak di desa Lamere, kecamatan Sape, kabupaten Bima. Pantai ini masih alami. Truly beautiful without make-up.
           Bima memiliki potensi wisata yang banyak dan masih natural. “Kira-kira bagaimana kontribusi-nya terhadap daerah?” Menilik data tahun 2013, jumlah wisatawan domestik dan asing di Indonesia sebanyak 91.327.916 jiwa dan 1.605.158 berkunjung ke berbagai daerah di NTB termasuk kota dan kabupaten Bima (www.bps.go.id). Saya tidak mendapatkan data yang pasti tentang berapa rupiah sektor pariwisata menyumbang untuk daerah. Dikatakan bahwa sektor perdagangan, hotel dan restoran di kota Bima memberi andil sebesar 16,66% dalam pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB).

              Jika dilihat langsung ke spots wisata-nya baik yang berada di kota dan atau kabupaten Bima, dua wilayah ini sedang bekerja dengan baik untuk membangun dan memberdayakan potensi masing-masing. Namun, sejauh ini masih terdengar seperti “idealisme” yang butuh waktu lama untuk mewujudkannya. Mengutip www.visioner.co.id bahwa bupati melalui wakilnya, Drs. H. Dahlan M. Noer yang disimpulkannya dari kerja tim bahwa “hamparan tambak garam (Palibelo-Bolo) JIKA dipoles secara tepat, tentu akan menjadi sebuah destinasi wisata yang sangat menarik. Malah menurut mereka, keindahan hamparan tambak tersebut adalah jauh lebih baik daripada pantai Kalaki.”
              Note please, tanda brackets dan huruf kapital diatas adalah tambahan penulis. Dalam tulisan asli tidak ada tanda “dalam kurung” dan tulisan “jika” tidak dengan huruf besar. Hal itu untuk menyelipkan pertanyaan saja, “ide menjadikan tambak garam sebagai spot destinasi yang menarik sudah ditawarkan pemerintah. Lalu, kapan pengusaha mengambil tindakan? Tentu, pengusaha yang hebat adalah yang punya ide sekaligus action.”
             Kota dan kabupaten Bima adalah asset tak ternilai. Sebagai penduduk ber-KTP Bima, saya berharap supaya saya pribadi dan warga lain bisa menjadi tuan diatas tanahnya sendiri. Kalaupun belum mampu menjadi tuan, setidaknya memiliki mental tuan. Jika ada yang bertanya, “Jangan berharap aza dunk! Gimana caranya?” “Mulailah dengan hanya mengambil barang sendiri dan biarkan orang lain menjadi pemilik atas barang-nya sendiri.*

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.