Header Ads

MAHASISWA DAN BUDAYA BERORGANISASI

Oleh: Miftahul Jannah


         Saat pertama kali menginjakan kaki di Universitas tentu saja kita disambut dengan berbagai macam bendera dan atribut dari berbagai macam organisasi. Setiap penerimaan mahasiwa baru tentu saja organisasi-organisasi mempromosikan dan menunjukan keunggulan masing-masing serta mengajak mahasiswa baru untuk masuk organisasi tersebut. Dengan rasa penasaran mahasiwa-mahasiwi barupun datang ke stand organisasi untuk sekedar bertanya-tanya apakah keunggulan atau visi-misi organisasi tersebut, tidak lupa pula mereka bertanya apakah manfaat dari masuk organisasi. Para anggota lama/seniorpun kemudian akan menjelaskan apa keuntungan dari mengikuti organisasi. Berorganisasi merupakan kegiatan yang bisa dibilang salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Defisi Organisasi menurut Teori Klasik Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor  lain apabila orang bekerja sama. Jadi dalam berorganisasi kita dituntut untuk berproses agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

         Di setiap Universitas tentu saja memiliki banyak pilihan organisasi, tinggal mahasiswa-mahasiswi yang memilih dan menentukan organisasi yang mereka inginkan baik itu organisasi ekstra maupun intra kampus. Dalam organisasi intra kampus tentu saja mempunyai berbagai macam pilihan organisasi seperti BEM (badan eksekutif mahasiwa), HMJ (himpunan mahasiwa jurusan), unit kegiatan mahasiswa (UKM), dll. Sedangkan organsasi ekstra kampus juga mempunyai berbagai macam organisasi seperti IMM, HMI, GMNI, PMKRI, PMII, KAMMI, dll. Dari berbagai macam organisasi tersebut baik organisai ekstra maupun intra kita tinggal memilih ingin beproses diorganisasi yang mana, namun perlu diingat bahwa jangan sampai kuliah terbengkalai hanya karna mengikuti berbagai macam organisasi.

        Dengan mengikuti organisasi seharusnya kita bisa menjadikan sebagai tolak ukur agar kita dapat menjadi pribadi yang pintar, cerdas, memiliki public speaking yang bagus serta memiliki daya saing yang tinggi. Dalam melihat pola keaktifan mahasiswa bisa dilihat dari apakah dia mengikuit organisasi atau tidak. Biasanya mahasiwa-mahasiwi yang berorganisasi bisa dipastikan bahwa mereka merupakan yang paling aktif dibandingkan mahasiwa- mahasiwi yang tidak mengikuti organisasi. Ada yang beranggapan bahwa dengan berorganisasi maka kita akan mendapatkan popularitas dan eksistensi yang tinggi dan juga berpengaruh yang besar untuk menjadi orang atau sosok  yang terkenal dan bahkan  banyak dikenal baik itu dikenal oleh dosen, dikenal oleh teman seangkatan dan  dikenal oleh kakak tingat/adik tingkat. Dalam berorganisasi kita akan memiliki jaringan yang luas karna dalam berorganiasi kita bakal bertemu orang-orang baru dan kenalan baru, namun dalam berorganisasi bukan hanya berbicara tentang popularitas dan eksistensi semata tetapi berbicara bagaimana agar kita dapat menjadi sosok yang sebelumnya merupakan pribadi yang acuh tak acuh namun setelah berorganisasi kita akan lebih menghargai apa yang dinamakan suatu proses serta perubahan dari tidak baik menjadi  yang  lebih baik. Sebagai mahasiwa sekiranya kita tidak boleh menjadi mahasiwa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) dimana yang dilakukan hanya datang kuliah, mendengarkan ceramah dosen, kalau sudah selesai pulang dan hanya itu yang dilakukan setiap hari. Maka dari itu Kita dituntut agar aktif dalam berbagai organisasi agar ilmu yang kita dapatkan tidak hanya yang disampaikan oleh dosen mata kuliah saja tetapi ilmu juga bisa kita dapatkan dari keaktifan kita dalam berorganisasi.

        Dalam memilih organisasi kita harus melihat manakah organisasi yang sekiranya ideologinya sejalan dengan kita dan juga tidak mengganggu proses perkulihan karena jangan sampai proses perkuliahan kita terhambat dan terbengkalai hanya karna kita sibuk di berbagai macam organiasi yang kita ikuti, kita tidak boleh lupa bahwa kuliah harus tetap diutamakan, kita harus memastikan bahwa antara perkuliahan dan beroganisasi harus berjalan beriringan. Tokoh-tokoh yang suskes yang dilahirkan karna berorganisasi sebut saja contohnya bapak wakil presiden indonesia saat ini bapak jusuf kalla ternyata saat menjadi mahasiwa beliau aktif diorganisasi himpunan mahasiwa islam dan pernah menjadi ketua umum HMI cabang makassar, selain itu ada akbar tanjung politisi senior ini pernah menjadi ketua PB HMI periode 1971-1974 saat masih kuliah diuniversitas indonesia beliau juga beberapa kali menjabat sebagai menteri di era kepemimpinan Presiden Soeharto. Dari IMM juga lahir seorang tokoh yang hebat seperti Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, MA. Lalu dari GMNI sendiri ada Dr. H. Muhammad Taufiq Kiemas (alm) dimana beliau merupakan mantan Ketua MPR-RI. Ada juga tokoh dari KAMMI yaitu H. Fahri hamzah yang saat ini menjabat sebagai Wakil Detua Dewan Perwakilan Rakyat RI.

          Jadi berorganisasi merupakan suatu cara dan juga proses agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab dan dapat mengatur waktu dengan baik. Organisasi yang membawa dampak positif bagi setiap anggotanya adalah organisasi yang dapat melahirkan orang hebat,bijaksana dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Oleh sebab itu pentingnya berorganisasi agar dapat melahirkan mahasiwa-mahasiwi yang memiliki peran penting dan dapat mengubah segala sesuatu menjadi lebih baik (agent of change). Wallahu Alam Bissawab

Penulis: Lahir di Bima, 10 Juli 1998.
Alamat Asal Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba Kota Bima, NTB.
Alamat Sekarang : Jl.Tirto utomo. Nomor 5A. Malang, Jawa Timur.
Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesejahteraan   Sosial, FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. No. Handphone : 082236882776
Email : thitamwd777@gmail.com
No. KTP : 5272025007980001

RIWAYAT PENDIDIKAN

2004 – 2010 (SDN 26 KOTA BIMA)
2010 –2013  (MTsN RABA KOTA BIMA)
2013 –2016 (SMAN 4 KOTA BIMA)
2016 – Sekarang (Universitas Muhammadiyah Malang)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.