Header Ads

Kota Mataram Kekurangan 336 orang Guru SD

Drs HL Mohammad Sidik, MM.Pd.,


Mataram, Garda Asakota.-
   
    Akibat lamanya kebijakan penghentian atau moratorium penerimaan tenaga guru pengajar Negeri oleh Pemerintah Pusat di tingkat pendidikan dasar, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Mataram saat sekarang ini mengalami kekurangan guru tenaga pengajar SD. “Disamping adanya moratorium penerimaan dan pengangkatan tenaga guru pengajar. Hal ini juga disebabkan oleh karena banyaknya guru-guru SD yang telah memasuki usia pensiun baik itu guru maupun kepala sekolah,” jelas Kadis Dikbud Kota Mataram melalui Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Drs HL Mohammad Sidik, MM.Pd., kepada wartawan media ini Selasa 14 November 2017 di ruang kerjanya.
  
          Keadaan ini menurutnya berdampak juga pada kesulitan pihaknya dalam mengangkat Kepala Sekolah yang berasal dari guru mengingat jumlah guru yang semakin berkurang jika terjadi promosi terhadap guru menjadi Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah ditempatkan menjadi pengawas maka dampaknya akan terjadi kekurangan guru. “Sementara keadaan saat sekarang ini saja beberapa sekolah yang Kepala Sekolahnya sudah memasuki masa pensiun belum mendapatkan penggantinya,” ujar pria yang dikenal ramah ini.
    
      Kekurangan guru di Kota Mataram tidak hanya terjadi di tingkat SD, akan tetapi pada beberapa mata pelajaran di tingkat SMP juga terjadi kekurangan guru sehingga hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada tidak maksimalnya proses pembelajaran di sekolah dan mempengaruhi kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah. “Maka solusinya adalah kami sangat berharap ada pembukaan kran pengangkatan guru Negeri,” timpalnya.

Dra Hj Sri Winarni

     Senada dengan Kabid Pembinaan Dikdas, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Kota Mataram, Dra Hj Sri Winarni, juga mengakui adanya kekurangan guru di tingkat SD di Kota Mataram. Jumlah SD di Kota Mataram ada sekitar 146 SD dan jumlah SMP ada sekitar 24 dengan total jumlah guru SD yakni sebanyak 1.351 orang dan total jumlah guru SMP yakni sebanyak 733 orang. “Sampai bulan Oktober 2017 ini, kekurangan guru SD itu adalah sekitar 336 orang guru. Jumlah ini akan terus bertambah hingga bulan Desember 2017 mendatang karena banyaknya guru yang memasuki usia pensiun,” terangnya.
   
       Bahkan tahun 2018 nanti, lanjutnya, ada salah satu sekolah di Ampenan yang hanya Kepala Sekolahnya saja yang PNS. “Ada salah satu sekolah SD di Ampenan. Nah kalau SMP kondisi kekurangan guru tidak seperti di tingkat SD. Karena di tingkat SMP itu kekurangannya hanya pada guru bidang studi saja,” cetusnya. Dinas Dikbud Kota Mataram melalui Pemkot Mataram menurutnya terus melakukan koordinasi dengan pihak BKPSDM untuk mengatasi kekurangan guru di Kota Mataram ini. Bahkan Pemkot Mataram pernah dijanjikan untuk mendapatkan jatah pengangkatan 90 orang tenaga guru pengajar akan tetapi gagal diraih karena jatah dari Pempus tidak ada.  “Yah mudah-mudahan tahun depan ada respon dari Pempus terkait dengan apa yang menjadi problem kita disini,” pungkasnya. (GA. Imam/Ese*).



Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.