Header Ads

Gerindra Copot Hamja Sebagai Ketua Fraksi, Minta Masyarakat NTB Hentikan Polemik Pernyataan Hamja


Mataram, Garda Asakota.-
            DPD Partai Gerindra Provinsi NTB, Senin 13 November 2017, secara resmi mencopot jabatan H Hamja sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB. Melalui Surat DPD Partai Gerindra NTB Nomor: 035/DPD-Gerindra/NTB/XI/2017 yang masuk ke Sekretariat DPRD NTB dan dibacakan oleh Sekretaris DPRD NTB, H Mahdi SH MH., dihadapan rapat Paripurna DPRD NTB. Politisi Gerindra daerah pemilihan Lombok Timur tersebut resmi diusulkan untuk dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB dan digantikan oleh HM Sabirin S.Ip.
            “Mencermati situasi dan kondisi masyarakat NTB yang sedang berkembang saat sekarang ini. Disamping untuk meningkatkan kinerja anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB, maka dipandang perlu untuk dilakukan perubahan posisi pimpinan Fraksi Gerindra DPRD NTB yakni HM Sabirin S.Ip., sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB,  Drs H Lalu Jazuli Azhar SH M.Si., sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Drs H Abdul Karim MM sebagai Sekretaris Fraksi Gerindra,” ujar Mahdi membacakan surat masuk dari DPD Partai Gerindra NTB.
            Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB, Drs H Ridwan Hidayat, saat menggelar konferensi pers terkait dengan pencopotan Hamja sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB itu menegaskan pencopotan itu merupakan sebuah sikap dan tindakan kongkrit Partai Gerindra yang tidak ingin main-main dan bersungguh-sungguh dalam menyikapi pernyataan controversial dari Hamja sebagai Wakil Gerindra di DPRD NTB yang tidak memberikan dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI terhadap sosok Al-Maghfurullah Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
            “Pencopotan Hamja sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB itu merupakan implementasi dari konsistensi sikap kita terhadap soal ini. Alasannya adalah pertama pernyataan itu merupakan pernyataan pribadi dari Hamja yang sangat bertentangan dengan sikap resmi Partai Gerindra yang sudah disampaikan pada saat sidang Paripurna DPRD NTB pada tanggal 02 November 2017. Sementara Hamja bicara pada tanggal 09 November 2017. Sebagai anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, seyogyanya Hamja harus makin memperkuat sikap resmi Fraksi Partai Gerindra yang disampaikan saat Paripurna DPRD NTB,” tegas Ridwan yang ditemani oleh jajaran Pengurus DPD Partai Gerindra NTB.
            Alasan Kedua, lanjutnya, pernyataan Hamja tersebut tidak menunjukkan sensitivisme sebagai seorang tokoh NTB yang berasal dari Partai Gerindra dan memiliki ciri utama sebagai partai yang mengedepankan aspirasi rakyat sebagai ciri utama Partai Gerindra. “Partai Gerindra ini lahir untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dan secara keseluruhan masyarakat NTB ini sangat bersyukur dan bangga terhadap pemberian gelar Pahlawanan Nasional kepada Maulana Syeikh. Jadi menjadi kewajiban bagi Partai Gerindra untuk menyuarakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut. Dan ini yang tidak dimiliki oleh Hamja,” cetusnya.
            Pihaknya sangat berharap dengan sikap tegas Partainya mencopot jabatan Hamja dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB, masyarakat NTB tidak lagi mempolemikkan pernyataan Hamja. “Jangan lagi ada pihak yang menumpang atau mengambil manfaat secara politis terhadap pernyataan Hamja ini. Apalagi saat sekarang ini sudah memasuki zaman Pilkada. Kita berharap agar ada suasana yang aman dan nyaman serta kondusif jelang Pilkada ini. Apalagi tahun ini dan tahun depan itu sudah menjadi tahun politik di NTB ini. Sebagai salah satu prasyarat kita untuk membangun NTB yang beriman dan berdaya saing itu adalah menjaga stabilitas daerah,” harapnya.

            Pihaknya mengaku telah melakukan langkah silaturahmi dengan tokoh-tokoh NW baik yang ada di Lotim maupun yang ada di Lombok Tengah guna menjelaskan terkait dengan pernyataan Hamja tersebut. “Dan Alhamdulillah setelah dijelaskan para tokoh-tokoh NW ini dapat memahaminya. Insya Alloh, silaturrahmi ini akan kita lanjutkan dengan mengunjungi Keluarga Besar Maulana Syeikh,” pungkasnya. (GA. Imam*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.