Header Ads

Gagal Usung Ali-Selly, PDI P Usulkan Ahyar-Mori Sebagai Cagub dan Cawagub NTB 2018-2023


Mataram, Garda Asakota.-
      
      Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI P) Provinsi NTB akhirnya mengusulkan dukungan kepada pasangan TGH Ahyar Abduh (Walikota Mataram) sebagai Calon Gubernur NTB dan H Mori Hanafi SE M.Comm (Wakil Ketua DPRD NTB) sebagai Calon Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023 kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
    
     Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB, H Rahmat Hidayat, SH., melalui Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB yang juga merupakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB, Drs H Ruslan Turmuzi, lahirnya dukungan terhadap pasangan TGH Ahyar Abduh-Mori Hanafi ini didasari oleh hasil keputusan Rapat di tingkat DPD dan DPC PDI Perjuangan se-NTB yang digelar pada tanggal 11 November 2017 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB yang mengagendakan terkait dengan sikap partai menghadapi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018.
    
      “Ada banyak dinamika yang berkembang pada saat rapat itu digelar. Seperti aspek figuritas pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang akan diusung. Aspek kapabilitas atau kecakapan yang dimiliki oleh figur Cagub dan Cawagub yang akan diusung dalam memimpin NTB. Aspek lain yang tidak kalah penting adalah aspek komitmennya dalam bekerjasama dengan PDI Perjuangan dalam mewujudkan masyarakat NTB yang lebih baik dan sejahtera kedepannya serta aspek keterkaitan visi dan misinya yang harus selaras dengan Nawacita yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat. Maka dari hasil pembahasan semua aspek itu, yang paling cocok untuk diusulkan ke DPP PDI Perjuangan itu adalah pasangan Ahyar Abduh-Mori Hanafi, terlebih pasangan ini pun sudah didukung oleh Partai Gerindra, PPP, dan PAN. Suratnya sudah kita kirimkan ke DPP PDI Perjuangan tinggal kita menunggu keputusan dari DPP soal usulan ini,” jelas politisi senior PDI Perjuangan kelahiran Praya Lombok Tengah ini kepada wartawan media ini Rabu 15 November 2017.
     
       Sosok yang dikenal cukup vocal di DPRD NTB ini juga menceritakan latar belakang kenapa PDI Perjuangan akhirnya mengusulkan satu pasangan calon ini saja kepada DPP PDI Perjuangan. Menurutnya, keinginan awal PDI P adalah mengusulkan salah satu birokrat handal NTB yakni Hj Selly Andayani M.Si., sebagai Balon Wagub untuk berpasangan dengan H Ali Bin Dachlan (Bupati Lombok Timur) dalam kancah Pilgub NTB 2018 ini.  Keinginan dan kemauan Hj Selly Andayani ini begitu besar untuk dipasangkan dengan Ali BD melalui jalur Partai Politik. Keinginan dan kemauan Hj Selly tersebut kemudian ditindaklanjuti secara serius oleh PDI P dengan menggelar Rapat Kerja Daerah dan diputuskanlah pengusulan Hj Selly Andayani sebagai Calon Wagub dari PDI Perjuangan.

        Keputusan Rakerda tersebut, lanjutnya, kemudian dilanjutkan PDI P dengan upaya membangun komunikasi politik dengan Ali BD melalui Partai Politik. “Jadi sebelumnya itu PDI P tidak pernah secara resmi mengusulkan Ali BD sebagai Cagub. Yang kita usulkan itu adalah Hj Selly Andayani sebagai Calon Wagub. Karena sekarang ini Hj Selly tidak mau berpasangan dengan siapapun kecuali dengan Ali BD sementara Ali BD sendiri bersikeras maju melalui jalur independen dan hal ini bertentangan dengan perjuangan partai politik, maka Hj Selly memutuskan lebih baik tidak jadi maju sebagai Calon Wagub. Begitu pun dengan sikap kami di PDI P, sebaiknya Hj Selly tidak usah maju sebagai Calon Wagub. Dan kami juga memutuskan untuk tidak membuka mekanisme pendaftaran Balon Gubernur dan Balon Wagub. Akan tetapi PDI P langsung melihat dari aspek kriteria dan berbagai aspek lainnya sesuai dengan Hasil Rapat yang digelar pada tanggal 11 November 2017 tersebut yakni mendukung pasangan AMAN,” pungkasnya. (GA. Imam*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.