Header Ads

Wahab Tegaskan Rekrutmen GTT Sudah Sesuai Mekanisme dan Ada Koordinasi

Drs. H. Abdul Wahab.

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

         Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab, menegaskan bahwa perekrutan 100 orang Guru Tidak Tetap (GTT) Khusus Daerah terpencil bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lingkup Pemkab Bima beberapa bulan lalu, sudah melewati mekanisme maupun koordinasi antara BKD dan Dikdukpora Kabupaten Bima. "Intinya, soal penetapan Guru Tidak Tetap itu, telah melewati mekanisme dan koordinasi antara BKD dan Dikdukpora. Seluruh data dari Dikbupora masuk, kemudian setelah diverifikasi,  lalu diajukan ke Bupati secara kolektif," tegasnya kepada Garda Asakora, Rabu (11/10).

    Pihaknya menegaskan bahwa, sebelum perekrutan tenaga GTT itu, dirinya bersama Kadis Dikbudpora dipanggil Bupati Bima untuk segera melakukan koordinasi menyelesaikan urusan GTT itu. Awalnya, kata dia, pihaknya mendapatkan berkas/data terkait dengan GTT itu dari pejabat terkait di Dikbudpora, yang diantar ke BKD. Tapi setelah pihaknya mencoba cek, data itu masih belum lengkap karena tidak disertai data pendukung sepeti copy SK pengangkatan Guru yang bersangkutan sebagai tenaga sukarela, SK pembagian tugas mengajar dari Kaseknya, copy ijazah terakhir dari masing-masing guru yang bersangkutan, KTP/Surat keterangan domosili dari guru-guru yang bersangkutan yang dibuat oleh pejabat yang berwenang. "Semua itu dibutuhkan untuk bisa memastikan apakah para guru sukarela itu benar-benar sudah diangkat sebagai tenaga sukarela atau tidak, apa mreka masih aktif mengajar atau tidak, apa mereka memang benar-benar mengajar di daerah khusus/terpencil atau tidak," paparnya.

      Karena data-data yang diserahkan Dikbudpora belum lengkap, kata dia, akhirnya data itu diambil kembali oleh staf dari Dinas Dikbudpora sendiri untuk dilengkapi.Tapi setelah sekian bulan dirinya menunggu akhirnya Kadis Dikpora menyampaikan data tersebut melalui pengantar tertulis dan langsung disampaikan kepada Bupati untuk selanjutnya Bupati menyerahkannya ke BKD untuk dikoordinasikann dan ditindak-lanjuti sesuai Tupoksi masing-masing OPD. 

    "Setelah saya teliti, ternyata data itu masih sama dengan data yang pernah dikembalikan dulu itu (masih tanpa data pendukung sepeti yang saya sebutkan di atas itu, red). Lalu atas inisiatif sendiri saya mencoba meminta data pendukung dimaksud dari masing-masing guru yang bersangkutan melalui FB, tapi masih juga mereka tidak memasukkan data dimaksud. Setelah itu saya coba koordinasikan dan komunikasikan secara lisan dengan Kadis Dikbudpora terkait dengan kondisi data dimaksud. Dan akhirnya disepakati untuk dibuatkan dulu draft SK berdasarkan data yang ada, untuk selanjutnya akan dibahas dan dikoordinasikan lebih lanjut. Sampai di situ saja, selanjutnya saya saat itu ke Mekkah," tandas pria yang baru seminggu menunaikan ibadah haji ini seraya mengajak semua pihak agar tidak perlu lagi mempertanyakan atau memperdebatakan mengenai GTT itu lagi, sebab bagi pihaknya urusan GTT sudah selesai setelah adanya SK Bupati Bima. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.