Header Ads

STKIP Tamsis Bima Bantah Insiden Pengrusakan Mobdis Bappeda Terjadi di Dalam Kampus



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

          Pihak kampus STKIP Taman Siswa menglarifikasi preseden pengrusakan Mobil Dinas EA 12 X yang ditumpangi oleh Kafilah Lombok Utara  pada MTQ Tingkat Provinsi NTB di Bima. Dalam surat No : 001/STKIP-TSB/PR.WA.04/X/2017,  Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama dan Kehumasan, Hadi Santoso, ST, MM, menjelaskan bahwa pengrusakan mobil dinas Nopol EA 12 X itu terjadi di jalan Raya Lintas Palibelo-Sumbawa di depan kampus STKIP Taman Siswa Bima. "Sehingga hal ini juga merupakan klarifikasi atas rumor yang beredar di sejumlah Medsos, yang menvonis bahwa kejadian dimaksud terjadi dalam lingkungan kampus adalah tidak benar. Dan meminta kepada pihak yang melakukan penyebaran rumor tersebut agar segera memperbaiki. Karena hal tersebut tidak sesuai fakta dan telah melanggar UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE," ungkap Hadi Santoso, dalam siaran persnya.

        Hadi menjelaskan kronologis kejadiannya berdasarkan saksi dan rekaman CCTV pada Pos Security kampus STKIP Taman Siswa Bima dimana sekitar  pukul 14:18:19 Wita sekelompok mahasiswa/pemuda datang dari arah Utara gerbang kampus STKIP Taman Siswa Bima dengan menggunakan mobil Pick Up. Dari atribut yang dipakai membuktikan bahwa mereka bukan dari BEM/DPM atau Organisasi Intra Kampus STKIP Taman Siswa. Hal tersebut dikuatkan oleh Surat Pernyataan BEM STKIP Taman Siswa Bima, Nomor : Istimewa, tertanggal 27 Oktober 2017 bahwa tidak ada satupun organisasi intra kampus  STKIP Taman Siswa yang turun aksi pada hari Jumat, 27 Oktober 2017.

       "Lalu mereka turun dan mulai berorasi. Dan tidak ada satupun mahasiswa aksi tersebut yang masuk kampus STKIP Taman Siswa. Dan sebaliknya tidak ada mobilisasi massa mahasiswa yang ke luar kampus," tegasnya seraya menyebutkan bahwa dari Saksi Mata ada oknum pemuda yang naik ke atas mobil dinas EA 12X dan melakukan pemukulan dengan tongkat kayu pengikat bendera aksi kebeberapa bagian mobil, yang memuat kafilah Lombok Utara.

          Kemudian sekitar pukul 14:19:57 Wita,  melihat aksi mahasiswa/pemuda di Jalan Raya Depan Kampus tersebut, tiga orang security kampus mulai bersiap di gerbang kampus. Pukul 14:20:10 Wita terlihat Mobil Dinas Nopol 12X Masuk kampus dalam keadaan penyok. "Dari waktu kejadian tersebut di atas, peristiwa berlangsung sangat cepat," terang Hadi.

          Atas kejadian tersebut, atas nama Institusi/Lembaga STKIP Taman Siswa Bima menyatakan memohon maaf sebesar-besarnya kepada Kafilah Lombok Utara, panitia MTQ Provinsi NTB, Pemerintah Provinsi NTB/Pemerintah Kabupaten Bima, serta seluruh masyarakat Provinsi NTB. Pihak kampus juga sangat menyesalkan kejadian tersebut serta meminta kepada aparat Kepolisian Resort Bima untuk mengusut tuntas kejadian anarkis tersebut, serta melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

          Mengingat kejadian tersebut terjadi di luar kampus STKIP Taman Siswa Bima (jalan Raya). Dimana saat kejaadian tidak ada satupun personel Kepolisian. Maka agar kejadian dimaksud tidak lagi terulang kembali pihaknya meminta agar ada penempatan personel Kepolisian Resort Bima di areal Kampus STKIP Taman Siswa Bima, selama kegiatan MTQ berlangsung. $Mengingat kampus STKIP Taman Siswa Bima menjadi ARENA VI MTQ TINGKAT PROVINSI NTB," ucap Hadi.

      Selain itu,  pihak kampus juga meminta kepada segenap mahasiswa dan seluruh civitas akademsi STKIP Taman Siswa Bima untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kagiatan MTQ Tingkat Provinsi NTB.  Meminta kepada Panitia MTQ Tingkat Provinsi NTB agar menempel tanda rombongan kafilah pada tiap mobil, agar lebih mudah dilakukan prioritas dalam segala aktivitas STKIP Taman Siswa Bima. "Kami juga siap melakukan antar jemput Kafilah yang berlomba di kampus STKIP Taman Siswa Bima dengan menggunakan Bus, personel dan biaya dari Kampus STKIP Taman Siswa Bima sendiri sebagai bentuk komitmen mensupport Visi Bima RAMAH dengan membangun iklim kampus ”Beradab”, tegasnya. (GA. 212*) 

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.