Header Ads

Pekerja Sekolah Biasanya Dibina Melalui Kegiatan PPA-PKH

Irwan, ST. 

Kota Bima, Garda Asakota.-

          Salah satu upaya pemerintahan Jokowi dalam rangka menekan angka pekerja anak di bawah 18 tahun adalah  mentargetkan pengentasan angka pekerja anak untuk dikembalikan ke dunia pendidikan atau dunia sekolah. "Ini salah satu program utama Presiden Jokowi, adalah menuntaskan anak-anak putus sekolah untuk kembali ke sekolah. Targetnya sampai dengan tahun 2022, sudah tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena mereka ini harus belajar dan menimba ilmu pendidikan di bangku sekolah," Irwan, ST,  Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB,  Rabu (25/10), menanggapi masih ditemukannya pekerja anak yang mengorbankan waktu sekolahnya demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

        Menurutnya, di program Kementerian Tenaga Kerja itu ada kegiatan  Pengurangan Pekerja  Anak Program Keluarga Harapan (PPA-PKH). Kasus yang menimpa seorang bocah SDN Tarlawi Kecamatan Wawo Kabupaten Bima seharusnya masuk pada program pekerja anak,  karena dia masuk kategori anak yang bekerja mencari uang. "Biasanya ini masuk kategori anak yang disyarakan kedalam kegiatan PPA-PKH Dinas Tenaga Kerja di masing-masing daerah," ungkap Irwan, kepada garda Asakota, Rabu (25/10).

         ‎ Program ini biasanya dilaksanakan setiap menjelang tahun ajaran baru masuk sekolah. Sementara yang berkaitan dengan data-data anak kategori pekerja itu biasanya pihaknya berkoordinasi dengan dinas sosial yang ada di kabupaten dan kota di NTB . "Karena biasanya merekalah yang mengetahui data-data riel tentang anak-anak putus sekolah itu, yang biasanya melakukan pendataan adalah dinas sosial. Dari sanalah kita bisa mengetahui data-data anak sekolah yang putus sekolah untuk selanjutnya kita bina dan dikembalikan ke sekolah melalui kegiatan PPA-PKH Dinas Tenaga Kerja di masing-masing daerah," imbuhnya. (GA. 212*)
         ‎
   

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.