Header Ads

Kabid PAUD Jamin Tidak Ada Pemotongan Dana Bantuan PAUD Rp7 Milyar


Kota Bima, Garda Asakota.-

      Kabid PAUD Dikbudpora Kabupaten Bima memastikan tidak adanya pemotongan dana bantuan yang dikucurkan ke lembaga PAUD se-Kabupaten Bima yang dilakukan pihak dinas. "Saya pastikan tidak ada pemotongan dana PAUD, kita jamin tidak ada lima rupiahpun yang dipotong," tegas Kabid PAUD Dikbudpora Kabupaten Bima,  Drs. Fatahullah, kepada Garda Asakota, Rabu (18/10).

         Bantahan ini disampaikan pihaknya menyusul pemberitaan Garda Asakota sebelumnya terkait dengan dugaan pengumpulan uang 5 porsen dari 39 lembaga pendidikan di Kecamatan Wera Kabupaten Bima yang menerima  Bantuan Operasional (BOP) PAUD untuk operasional tahun 2017. Sebagai bidang yang menangani PAUD pihaknya mengaku tidak masuk urusan itu. "Kita tidak ingin memotong dana tersebut karena sama halnya dengan mematikan lembaga. "Karena satu satunya sumber dana lembaga itu dari BOP," tegasnya.

        Ketika disinggung berapa total dana bantuan PAUD se Kabupaten Bima,  pria yang kerap disapa Ollan ini menyebut jika tidak salah ingat kisaran angkanya sebesar Rp7 Milyar,  dengan total jumlah PAUD sekitar 400 san. Dana PAUD itu, kata dia, rinciannya 50 porsen untuk pengadaan Alat Pendidikan Edukasi (APE), kemudiam 35 porsen untuk peningkatan mutu seperti buku dan pelatihan, serta 15 porsen untuk lembaga. Di lapangan,  kebutuhan setiap PAUD diadakan oleh pihak perusahaan yang difasilitasi oleh Forum Ikatan Guru TK Kabupaten Bima.

        Penegasan yang sama juga disampaikan oleh Kasi PAUD Dikbudpora Kabupaten Bima, H. Jaharuddin, membantah pihaknya memotong dana bantuan dari penerima PAUD. "Kami dari dinas tidak ada suruhan untuk memungut sekian porsen bantuan tersebut," tegasnya meluruskan. Senada dengan Kabid PAUD, H. Jaharuddin,  justru mengakui adanya pungutan itu oleh  pihak Forum Koordinator PAUD.  Pungut dalam arti atas kesepakatan bersama seluruh lembaga PAUD untuk kegiatan mutu dan bimtek. "Ada kegiatan yang harus didukung bersama  seperti mutu dan bimtek. Karena ini erat kaitannya dengan kegiatan lembaga, maka perlu adanya partisipasi," terangnya.

           Sementara itu Penilik Dikmas PAU Kecamatan,  Dahlan,  A. Ma, kepada Garda Asakota juga membantah adanya tudingan penyetoran 2 porsen dari 39 lembaga PAUD Kecamatan Wera yang menerima bantuan dari Dikbudpora. "Sepengetahuan saya tidak ada pengumpulan 2 porsen dari penerima bantuan PAUD, itu tidak benar," tepisnya,  Kamis (19/10). Dahlan mengaku dana bantuan itu,  langsung masuk ke rekening masing-masing lembaga. "Sementara pengelolaan uangnya langsung oleh lembaga," tegasnya.  (GA. 212/Nuski*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.