Header Ads

JADILAH PENYULUH BAGI DIRI SENDIRI DAN MASYARAKAT UNTUK MENGHINDARI NARKOBA


Mataram, Garda Asakota.-

         Peredaran Narkoba di Indonesia sudah memasuki zona kuning mendekati merah. Narkoba yang beredar saat ini banyak macamnya. Bahkan obat generik yang mestinya berfungsi untuk menyembuhkan penyakit bila dicampur dengan zat tertentu dapat menghasilkan efek yang sama seperti mengkonsumsi narkoba. Para Siswa SLTA dan generasi muda umumnya harus diberi pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif betapa bahayanya jika mengkonsumsi Narkoba.

          Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, pada berbagai kesempatan senantiasa mengingatkan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan kebutuhan dan pergaulan putra putrinya, sehingga jangan sampai anak anak generasi penerus NTB terjerumus pada kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, termasuk pengaruh penyalahgunaan Narkoba.
Pesan yang sama kembali dititipkan Hj. Erica melalui Wakil Ketua I TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin, pada saat membuka Lomba Pidato/Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Gedung Sangkareang, Jum'at (6/10/2017).

          Kepada para peserta Lomba yang terdiri para Siswa SMU/SMK se-NTB, istri Wakil Gubernur H.Muh Amin itu berharap anak anak menjauhi Narkoba, dengan nenjadikan diri sebagai kader anti Narkoba, yang sungguh memahami bahaya atau resiko yang timbul dari pengaruh narkoba tersebut. Karenanya, wawasan tentang bahaya narkoba harus benar benar dikuasai, sehingga nantinya dapat memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada Masyarakat agar menjauhi Narkoba. "Jadilah penyuluh yang baik bagi diri sendiri dan teman-teman  serta masyarakat lainnya untuk menjauhi bahaya narkoba," harap Hj. Syamsiah.

          Istri orang nomor 2 di NTB ini juga mengingatkan kepada ibu-ibu dan guru yang hadir untuk lebih memperhatikan pola asuh anak dengan menerapkan pendidikan karakter. "Sebagai seorang ibu yang mengandung dan melahirkan anak kita harus mendidik anak untuk menjadi generasi emas, generasi yang sehat, cerdas, dan pintar," himbaunya.

      Wanita yang menjabat sebagai Ketua BKOW Provinsi NTB ini menyinggung tentang pentingnya menjaga hubungan antara orang tua dan guru, karena guru adalah orang tua kedua di sekolah. Jadi, guru bisa memantau perilaku anak selama di sekolah. "Pantau anak tidak hanya di rumah saja tetapi ketika bersama dengan teman-temannya, karena lingkungan memberikan pengaruh yang besar dalam pembentukan karakter anak," tutupnya.

   Sebelumnya, Hj. Darwati selaku Ketua Panitia melaporkan tujuan pelaksanaan Lomba Pidato/Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba adalah untuk menggali potensi generasi muda, khususnya pelajar dalam menguasai dan mendalami lebih jauh pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkoba. Lomba yang mengangkat tema Menuju Jiwa Yang Cerdas dan Bersih Tanpa Narkoba diikuti oleh 30 pelajar terdiri dari SMA/SMK Negeri maupun Swasta Se-kota Mataram. Tim juri lomba pidato berasal dari unsur TP. PKK Prov. NTB, BNN Prov. NTB, dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (GA. Imam*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.