Header Ads

Pemkab Bima Didemo, Sekda Janji Akan Panggil Kades Nangawera




Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

      Belasan warga dari Nanga Wera Kecamatan Wera Kabupaten Bima hari ini, Selasa (19/9), mendatangi kantor Bupati Bima, menyusul telah dilaporkannya secara resmi kepada pihak Kepolisian Resort Bima oknum Kepala Desa yang diduga membakar lembaran hasil tes dan soal ujian sebelum selesai dilaksanakan pemeriksaan hasil dan diketahui siapa yang lulus dan siapa yang tidak lulus dalam ujian seleksi calon Sekdes. Warga merasa kecewa dan sangat keberatan atas tindakan oknum Kades tersebut, sehingga membuat mereka melakukan aksi dan mendesak pihak-pihak terkait seperti Polres Bima Kota dan Bupati Bima untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. "Ini cacat hukum," ungkap Imam Zikrullah, dalam aksinya di depan kantor Bupati Bima, Selasa (19/9).

        Berdasarkan informasi wartawan,  sebenarnya tidak ada masalah dalam proses ujiannya. Namun setelah ujian usai diduga tiba-tiba oknum Kades emosi lantaran ada salah satu warga yang mengusulkan untuk pemeriksaan hasil tes tersebut dilasanakan dengan cara transparan. Tentu saja, sikap Kades itu disesalkan banyak pihak. Padahal sudah beberapa bulan energi para peserta terkuras untuk belajar persiapan ikut tes ini. Massa aksi menduga adanya indikasi permainan dibalik masalah ini hingga merugikan salah satu peserta.
     
        Menanggapi aksi ini, Sekda Kabupaten Bima, HM. Taufik HAK, mengaku secara resmi belum mendapatkan laporan dari stafnya terkait dengan persoalan yang mencuat di Nangawera. Namun berdasarkan tuntutan aksi warga, kata dia, ada dugaan kecurangan main uang Rp70 juta dalam seleksi Sekdes Nangawera, sehingga mereka meminta Pemkab Bina segera berhentikan Kades dan diperiksa Inspektorat. "Terkait hal ini saya sudah tindak lanjuti segera Inspektorat lakukan pemeriksaan," ujarnya. Sementara menyangkut dugaan pembakaran soal dan lembar jawaban, Sekda mengaku belum mengetahuinya. Meski demikian, dia berjanji akan segera panggil Kades untuk dimintai klarifikasi. "Nanti kita panggil dulu Kadesnya, kita klarifikasi dulu. Kita minta dulu penjelasan Kades," janjinya. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.