Header Ads

Miris, Atap Gedung SDN-2 Lesu Wawo Ambrol

Foto: Yunie Yunie/FB

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

      SDN Inpres Lesu Desa Raba Kecamatan Wawo tiba-tiba atapnya ambruk pada pagi Rabu (27/09). Untungnya tidak ada korban siswa dari kejadian ambruknya sekolah tersebut. Belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab ambruknya atap sekolah tersebut. Berdasarkan informasi  yang dihimpun wartawan Garda Asakota, ambruknya atap sekolah tersebut akibat dari terjadinya pergerakan tanah dibangunan sekolah tersebut yang berimbas pada retaknya tembok sekolah.

     "Kaget saya, pagi-pagi datang kesekolah dan melihat gedung sekolah sudah ambruk. Mohon perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Bima agar dapat segera meninjau ke lokasi ambruknya sekolah. Memang sebelumnya, sedikit demi sedikit dasar tanah bangunan mengalami pergeseran sehingga hampir setiap hari ada saja tembok bangunan yang mengalami keretakan," tulis salah seorang staf pengajar di sekolah tersebut yang memiliki akun Facebook Yunie Yunie, saat memposting dua foto yang menggambarkan atap gedung SDN yang berlokasi di Lesu Desa Raba Kecamatan Wawo Kabupaten Bima  yang mendadak runtuh Rabu pagi (27/9). Diduga, kondisi kayu yang rapuh menjadi pemicu ambruknya atap bangunan sekolah tersebut. Padahal bangunan itu baru berumur teknis sekitar lima tahunanan.


        Sontak postingan Yunie Yunie yang juga seorang guru di sekolah tersebut menuai respon memprihatinkan dari para netizen lainnya. "Ne skolah ya, kok nda liat oleh pemerintah daerah yang lalu lalang seh, padahal depan jalan," komentar, Rahmi Mechi. Netizen lainnyapun rata-rata prihatin dan resah akan nasib anak-anak yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.  "Aduh kasihan anak2 bangsa," ucap Maisya Usman. Mereka berharap pemerintah segera menindaklanjuti bencana tersebut agar anak-anak bisa segera nyaman belajar. "Semoga pemerintah cepat tanggap terhadap kondisi fasilitas pendidikan," pinta Reiniko Syaifullah.




     Berdasarkan informasi yang diperoleh Garda Asakota, atap gedung sekolah tersebut diduga rubuh sekitar pukul 07.00 wita Rabu (27/9). Untungnya, kata seorang guru Abdul Karim, peristiwa atap rubuh itu terjadi sebelum anak-anak masuk sekolah. "Kami hendak masuk ke ruangan, tiba-tiba atap rubuh. Untungnya, anak-anak belum ada yang masuk ruangan," ucapnya kepada Garda Asakota via Ponselnya.

         Menurutnya, atap gedung yang rubuh itu terdapat empat ruangan termasuk ruangan kantor, tiga ruang lainnnya kondisi atap dan temboknya memprihatinkan akibat pengaruh gesekan tanah. "Ini akibat kualitas proyek yang tidak maksimal," cetusnya seraya mengharapkan kepada pemerintah daerah agar segera merespon kejadian ini. "Karena empat ruangan ini sudah nggak bisa dipakai lagi, kondisinya rusak berat," harap Abdul Karim. (GA. 212*)




No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.