Header Ads

LSB MBOJO Rencanakan Gelar “FESTIVAL SENI dan BUDAYA PELAJAR 2017” di Paruga Nae Bolo




Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

      Perkembangan zaman begitu pesatnya, kemajuan tehnologi dan informasi memberikan gambaran terhadap dampak positif dan negatif. Saat ini minat dan perhatian para pemuda terhadap seni dan budaya milik indonesia sangat jauh dari harapan, yang semestinya harus di jaga kini tenggelam di tengah-tengah kuatnya arus budaya asing yang masuk hingga ke pelosok-pelosok desa. Dewasa ini hanya ada sedikit saja remaja atau pemuda kita yang bisa yang membawakan tarian tradisional dan akan menjadi sesuatu yang aneh jika kita menemukan pemuda yang masih melestarikan budayadalam kesehariannya.

   Saat ini fenomena pergeseran nilai - nilai moral dan kearifan lokal dari para pelajar yang notabenenya akan menjadi penerus bangsa ini  lebih cenderung terlibat dan bersentuhan langsung dengan budaya narkoba dan tramadol yang merajalela di lingkungan sekolah, perbuatan asusila, perkelahian antar sekolah, dan sebagainya. Selain itu proses penanaman nilai-nilai kebudayaan lokal sebagai identitas bangsa juga sangat sulit kita jumpai pada saat ini. Para pelajar yang seharusnya menjadi pewaris sah budaya indonesia justru lebih bangga untuk memamerkan budaya-budaya dari luar yang tujuannya menyamarkan identitas negeri kita ini.

    Sehubungan dengan itu untuk membangkitkan kembali semangat pemuda agar tetap berpartisipasi dalam kegiatan positif menciptakan karya yang akan membanggakan jauh lebih baik dari kegiatan hura-hura. Maka, mengambil moment “SUMPAH PEMUDA”, 10 Oktober mendatang, “LINGKAR SENI DAN BUDAYA (LSB) MBOJO” selaku komunitas yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal berkeinginan untuk melaksanakan “FESTIVAL SENI DAN BUDAYA PELAJAR 2017”. 

    "Kegiatan ini sengaja kita gelar sebagai wujud nyata untuk mewadahi para pelajar berkreasi dan berpartisipasi langsung demi mewujudkan kader-kader bangsa yang bangga dan cinta akan kekayaan negeri sendiri. Menjadi pemuda yang merdeka dalam berkarya namun tidak terlepas dari nilai-nilai ke-arifan lokal sebagai identitas bangsa ini," ungkap Ketua Panitia FESTIVAL SENI DAN BUDAYA PELAJAR 2017”, Imam Mozart, kepada Garda Asakota, Selasa (26/9).

    Kegiatan ini bertemakan “MERDEKA BERKARYA, MERDEKA BERBUDAYA” yang akan melibatkan seluruh siswa SMP/MTs/SMA/SMK/MA sederajad yang ada di lima kecamatan di Kabupaten Bima. Antara lain Bolo, Madapangga, Donggo, Soromandi, dan Woha yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 23 Oktober 2017 yang bertempat di Paruga Na’e Sila, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Beberapa rangkaian kegiatan diantaranya “Karnaval Budaya” yang sasarannya pelajar dan umum. Pada Karnaval Budaya ini peserta akan mengenakan pakaian tradisi Bima, peserta akan di lepas di halaman kantor Camat Bolo dan akan diiringi oleh musik Tradisional Bima sepanjang perjalan sampai berakhir di Paruga Na’e Sila, kemudian melakukan oppening ceramony.

     Adapun beberapa item lomba yang diperlombakan kata Imam yaitu, tari kreasi, musikalisasi puisi, vokal solo, musik akustik, drama dan menggambar. Setelah itu akan ada workshop kesenian untuk peserta. Pada workshop ini siswa akan dibekali materi dasar setiap tangkai seni yang diperlombakan selanjutnya closing ceremony yang akan dirangkaikan dengan malam penganugerahan sebagai puncak dari acara. Pihaknya berharap Pemkab Bima dibawah kepemimpinan Bupati, Hj. Indah Dhamayanti Putri, dapat mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.