Header Ads

HML dan Kontribusinya Sebagai Legislator

Oleh: Ardiansyah.

        Nama HM. Lutfi M. Nur, SE, atau yang populer dengan sebutan HML ini, belakangan begitu bergema di seantero Kota Bima jelang pesta Pilkada Kota 2018. Ada yang memuji, ada yang menyanjung, tapi tidak sedikit juga yang mencibir dan memandang sebelah mata. Menganggap kehadirannya tiba masa tiba akal, tidak punya kontribusi, tidak pernah berbuat untuk masyarakat kok tiba-tiba mau mencalonkan diri jadi Walikota. Begitulah rangkuman pendapat dari yang nyinyir, apakah memang benar seperti itu? Mereka yang apatis itu lupa, bahwa tugas dan tupoksi legislatif itu beda dengan eksekutif. Legislatif itu memang kerjanya tidak terlihat langsung di masyarakat karena mereka bekerja dibelakang layar, mereka memperjuangkan aspirasi masyarakat dari Dapilnya masing-masing, disamping tugas penganggaran dan pengawasan.

        Apa yang sudah dilakukan oleh H. Lutfi untuk masyarakat NTB atau Kota Bima khususnya?. Banyak hal, seperti PKH, KUBE, Anggaran Bencana, Embarkasi Haji dan juga bantuan langsung ke masyarakat yang tidak perlu diumbar karena ada juga yang sifatnya pribadi. Kalo sudah bisa berbuat seperti itu kenapa mau maju lagi menjadi Walikota? Agar lebih bisa banyak berbuat lagi untuk masyarakat Kota Bima secara langsung, karena selama ini yang beliau wakili adalah NTB tentu aspirasi yang diperjuangkan adalah masyarakat NTB bukan hanya Kota Bima.

         Cita-cita dan visi-misi beliau kalo jadi Walikota adalah membuat Kota Bima SETARA dengan kota-kota lain di Indonesia. Tentunya itu butuh proses dan dukungan semua pihak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bagaimana caranya? dengan kekuatan jaringan dan lobi  H. Lutfi selama dua periode di DPR, InsyaAllah pasti tahu celah untuk mendapatkan program dan anggaran dari Kementerian yang bisa dipakai untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat baik program di bidang infrastruktur, pendidikan maupun bidang kesehatan.

        Belakangan ini, perbincangan terkait Pilkada Kota Bima makin heboh ketika ada wacana head to head dan merapatnya banyak Parpol ke kubu HML, sebagian menganggap itu hal yang tidak masuk akal dan gila, padahal akan menjadi logis kalau kita melihat track record dan jaringan politik yang dimiliki oleh HML. HML itu bukan politisi lokal dan bocah kemarin sore dalam dunia politik, dia membangun jaringan pertemanan dan jaringan ideologis lintas partai, itu yang dilupakan oleh banyak orang. Buktinya, sampai saat ini sudah ada beberapa Parpol yang terang merekomendasikan putra asli Rontu Kota Bima sebagai Calon Walikota Bima seperti PBB, PKPI, PPP dan PAN. Sementara Parpol lainnya yakni Gerindra, Golkar, dan PKB, dikabarkan bakal mendukung menyatakan dukungan pencalonan untuk HML.

        Tapi sudahlah, terlepas dari itu semua, pertarungan Pilkada Kota Bima kali ini akan lebih seru, tinggal bagaimana kita sebagai rakyat pemilih dalam memberikan hak pilih dan memilih yang terbaik untuk Kota kita lima (5) tahun ke depan. Memilih calon pemimpin yang benar-benar memiliki kapabilitas, yang bukan hanya menjadi milik kelompoknya tapi juga menjadi pemimpin bersama bagi Rakyat Kota Bima, tanpa melihat latar belakang masyarakatnya. HML adalah sosok anak Bima yang sederhana dan merakyat, walaupun sekarang beliau adalah anggota DPR RI tapi tidak sedikitpun merubah sosok dan karakternya. Bagi kami beliau adalah senior sekaligus sahabat yang selalu mengayomi, selalu ada saat kami butuh advis dan dukungan. Dalam berinteraksi tak sedikitpun ada jarak, kami bisa saja diskusi sambil ngopi di pojok lapangan, bisa juga tiduran sambil beralaskan tikar di Sarangge maupun di Teras rumah penduduk. Dalam pergaulan beliau tidak pernah membedakan orang dengan status sosialnya. Akhirnya, mari bergandengan tangan dan satukan tekad.
SAATNYA YANG MUDA YANG MEMIMPIN. Wallahu A'lam bissawab.

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.