Header Ads

Diisukan Melakukan Intimidasi dan Pungli, Sekdis Dikbudpora Tantang Pemilik Akun FB Melapor ke Polisi

Sekdis Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. H. Lukman.


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

           Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima diterpa adanya dugaan isu intimidasi dan isu pungutan liar (pungli) di beberapa sekolah. Informasi ini terungkap melalui akun Facebook miliknya Fhaturrahman Muhtar Proletaria, sebagaimana menjadi pembahasan hangat dan viral di Medsos sejak Jumat kemarin (22/9). Akibat isu ini Fhaturahman secara tegas meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima untuk menonjobkan Sekretaris Dikbudpora yang diduga sebagai pihak yang bertanggung jawab didalamnya. "Saya minta dengan segala hormat kepada bupati dan wakil bupati bima segera melakukan menonjobkan lebih-lebih dipecat kepada saudara Sekertaris Dikpora Kabupaten Bima," pintanya.

          Menurutnya, telah terjadi dugaan intimidasi terhadap guru mulai dari sukarela, honorer, lebih-lebih kepala sekolah dan melakukan pungutan liar (pungli) bervariatif. Sekdis Dikbudpora juga disinyalir telah memberikan rekomendasi terhadap anaknya sebagai konsultan fiktif dan rekan-rekannya untuk melakukan aksi itu.  "Kalo memang pihak Bupati Bima tidak mau merespon apa yang menjadi keinginan kita selaku regenerasi maka regenerasi kedepannya akan hancur," tulis Fhaturrahman Muhtar.

         Lantas, bagaimana respon Sekertaris Dikbudpora Kabupaten Bima terkait dengan postingan Fhaturrahman Muhtar Proletaria dalam akun FB nya itu?. Kepada wartawan Sekdis Dikbudpora, Drs. H. Lukman, sangat menyesalkannya  tentang adanya pemberitaan miring yang diarahkan kepada pihaknya. Meski denikian, dia menantang pemilik status agar segera membuktikan tudingan tersebut. "Jika memang ada dua alat bukti dan dikuatkan oleh saksi-saksi maka laporkan saja saya ke pihak Kepolisian.Saya sangat mendukung itu ketimbang melempar isu yang belum ada ujung pangkalnya,"  ucapnya saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (23/9).

         Pria yang kerap disapa Luken ini justru mempertanyakan uang yang mana yang ditarik itu. "Dan siapa yang saya instruksikan untuk menagih uang tersebut, tolong beritahu saya.  Saya justru tidak tahu-menahu dan tidak pernah melakukan hal serendah itu," tepisnya. Sementara menanggapi bahwa isu ini dikaitkan dengan rencana penggantian Kepala Dikbudpora, Drs. H.Supratman AS, Lukenpun menilai tudingan itu sangat keliru. "Saya tidak berambisi untuk meraih jabatan itu.
Saya justru yakin Bupati dan Wakil Bupati Bima sudah ada calon pilihannya, jadi jangan membunuh karakter saya dengan cara keji seperti ini," tukasnya.

        Luken mengaku akan menggunakan haknya sebagai warga negara untuk menempuh jalur hukum jika isu ini sudah melampaui batas kewajaran. "Sekali dua kali sayasih maafkan, namun saya manusia biasa yang juga punya hati dan harga diri yang dilindungi undang undang. Untuk itu,  saya berharap agar saudara Fatturahman dapat menunjukan bukti itu di pihak Kepolisian dan melaporkan saya," pungkasnya serius. (GA. Ompu*)
       

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.