Header Ads

Daftar di Demokrat, Farouk Berniat Lamar Kader Demokrat


Mataram, Garda Asakota.-
          Mantan Kapolda NTB Tahun 2001, Irjen (Purn) Farouk Muhammad, yang juga sukses menjadi anggota DPD RI Periode 2014-2019, kembali membuat gebrakan baru dalam kancah politik NTB. Diiringi rombongan yang berpakaian adat NTB, Farouk Muhammad, pada Jum’at 29 September 2017, mendaftar Sebagai Calon Gubernur NTB di Partai Demokrat dan menyatakan ingin menggandeng Kader Partai Demokrat sebagai pendampingnya (Bakal Calon Wagub) dalam pesta demokrasi NTB Periode 2018-2023.  “Salah satu yang mendaftar di Partai Demokrat itu ada kadernya sendiri sebagai Balon Wagub. Nah tentu saya akan membawa Parpol Pengusung lain untuk kemudian kita ‘kawinkan’ menjadi Pasangan Politik. Dan juga koalisi Partai Politik,” ujar pria yang juga merupakan mantan Gubernur PTIK 2002-2006 ini kepada sejumlah wartawan usai mendaftar di Partai Demokrat NTB, Jalan Udayana.

Farouk mengaku saat ini tengah intens membangun komunikasi politik dengan sejumlah parpol pengusung seperti PAN, PKB, PKS dan PBB. “Saya intens membangun komunikasi politik dengan Parpol-parpol tersebut. Dan saya mendengar ada sejumlah klaim-klaim dari figur-figur lain atas Parpol tersebut, silahkan ini adalah politik yang sifatnya selalu dinamis pada tingkat Provinsi dan bertingkat pada tingkat Pusat karena diputuskan ditingkat Pusat,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Kada/Wakada DPD Partai Demokrat NTB M Nashib Ikroman didampingi anggota tim Andi Mardan dan Samsul Anwar, menjelaskan Tim Penjaringan Kada/Wakada DPD Partai Demokrat NTB akan memproses semua berkas pendaftaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku di Partainya.  “Semua akan kita proses sesuai mekanisme yang berlaku di Partai Demokrat,” ungkap Ketua Tim Penjaringan Kada/Wakada DPD PD NTB, M Nashib Ikroman.

         Menurutnya, semua kandidat yang mendaftar memiliki peluang yang sama untuk diusung Partai Demokrat, sampai proses penjaringan selesai yang akan ditutup dengan paparan visi misi kandidat yang akan digelar 8 Oktober nanti. “Soal ada yang datang langsung mendaftar dan ada yang diwakili, tentu menjadi pertimbangan tim penjaringan,” bebernya.

      Mengenai perkembangan politik yang berkembang, Ikroman menegaskan bahwa, saat ini Partai Demokrat masih fokus untuk menuntaskan tahapan pendaftaran Pilkada serentak, yang akan berakhir tanggal 8 Oktober, dengan paparan visi misi kandidat sebagai bagian penutup dari tahapan ini. Partai Demokrat menganggap wajar situasi dinamis dalam komunikasi politik antar partai politik. Meskipun sejumlah partai sudah menyatakan deal untuk berkoalisi, bagi Ikroman, hal tersebut sah-sah saja disampaikan masing-masing parpol. Hiruk pikuk ini juga terjadi di daerah lain, bahkan jika berkaca di Jawa Barat, sejumlah pasangan yang katanya sudah pasti, sudah mesra, tiba-tiba pecah kongsi. Hal seperti itu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di NTB. “Kan belum daftar ke KPU, tenda biru belum berdiri kan?,” terangnya dengan nada tanya.

          Ikroman menegaskan, PD bukan partai kemarin sore yang latah dengan genderang parpol lain, sebab secara politik PD memiliki standing yang jelas, dalam menghadapi Pilkada serentak 2018. "Partai Demokrat memiliki banyak skenario untuk Pilkada serentak 2018 di NTB. Seperti juga kata pak Ketum PD SBY, ada banyak skenario di 2019,” tandasnya. “Seperti yang saya ungkap sebelumnya. Insha Allah, kandidat yang akan diusung Partai Demokrat yang akan memenangkan Pilkada,” tambahnya. Hal pokok yang menjadi hal yang ditawar-tawar bagi Partai Demokrat adalah bagaimana kepemimpinan NTB kedepan mampu mempertahankan standing pembangunan daerah yang sudah sangat membanggakan ditorehkan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Dr HM Zainul Majdi. “Ini bagian dari negosiasi politik kami. Bukan sekedar berpasangan dengan transaksi politik, tanpa content subtansial soal masa depan daerah,” pungkasnya. (GA. Oshin*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.