Header Ads

TGB DIIDOLAKAN PARA SANTRI DAN CALON HAFIZ


Mataram, Garda Asakota.-

        Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, memulai rangkaian kegiatan kunjungannya di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (4-6/8-2017).  Kunjungan  dalam rangka memenuhi undangan dari para ulama dan tokoh masyarakat Sumatera Utara, KH.  DR.  Dedi Masri,  LC. MA, serta sejumlah Pimpinan Ponpes tersebut, dijadwalkan untuk menghadiri acara temu tokoh dan dialog kebangsaan pada pelantikan DPW Ikatan Pondok Pesantren (IPI ) Sumut, Jum'at malam.

         Kemudian, hari Sabtu (5/8-17) diawali shalat subuh berjemaah, dilanjutkan Tablik Akbar dan silaturahim dengan sejumlah Tokoh Masyarakat.Setiba di Sumut, Jumat siang, Gubernur mengawalinya dengan menunaikan  sholat Jum'at dan menjadi khotib di Masjid Agung Kota Medan.

       Dari Masjid Agung ini, kata Karo Humas Pemprov NTB, H. Irnadi Kusuma, kegiatan Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB dua periode itu, kemudian dilanjutkan bersilaturrahmi ke Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, di Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, Gubernur NTB disambut antusias para santri dan warga sekitar. Ratusan santri berbaris rapi di sepanjang jalan menuju Rumah Tahfizh sambil mengumandangkan sholawat nabi menyambut kehadiran Tuan Guru Bajang. Tak hanya keluarga besar Rumah Tahfizh Miftahul Jannah yang nampak sukacita, para wali santri dan masyarakat sekitar juga ramai mengelukan kehadiran Tuan Guru Bajang. Di tempat ini, Gubernur TGB benar-benar menjadi idola.
Di hadapan ratusan santri, Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang memberikan tauziyah.

       Para santri diingatkan lebih tekun belajar dan terus menghafal Alquran. Sebab mereka, adalah para generasi yang akan menjadi penerang Kota Medan, kota metropolitan terbesar di Pulau Sumatera.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, Hj. Sri Wahyuni menyampaikan, bahwa Rumah Tahfizh ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendidik dan membina para santri menjadi penghafal Alqur’an (Hafizd). Hal inilah yang melatarbelakangi mengapa mereka mengundang Tuan Guru Bajang untuk hadir dan memberikan ceramah di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah.

         Menurut Hj. Sri Wahyuni, kehadiran Tuan Guru Bajang yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB akan sangat memotivasi para santri dalam belajar. Karena mereka dapat melihat langsung sosok seorang gubernur al hafidz (penghafal Al-Quran) dan juga ulama besar. Apalagi, Tuan Guru Bajang sudah diakui secara nasional sebagai salah seorang pemimpin sukses yang berasal dari kalangan pesantren.

          Dalam tausiyahnya, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang mengajak keluarga besar Rumah Tahfizh Miftahul Jannah untuk melihat dunia dengan dua sisi sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Yaitu, dunia tidak hanya dilihat dari sisi materi. Dunia tidak diukur dengan sebesar besar kekayaan yang dikumpulkan. Namun, dunai harus dilihat dari sisi keimanan yang dimiliki seseorang. Sehingga, keimanan itulah yang menjadi penopang manusia untuk hidup di dunia, yang pada gilirannya akan selalu berbuat baik sebagai modal untuk kehidupan di akhirat.
Dengan dasar keimanan itu, kata Tuan Guru Bajang, seseorang akan memiliki kekuatan baik secara individu maupun kolektif. Karena, kekuatan untuk menjaga kebaikan selalu diberikan Allah kepada suatu tempat dimana tempat tersebut hadir orang-orang yang senantiasa menjaga kebaikan. Salah satu yang akan menjaga kebaikan itu terus berlanjut adalah para santri penghafal Al-Quran.

INTISARI  SEGALA KEBAIKAN

        Dalam tausiyahnya dihadapan ratusan santri santriwati Hafiz di  Rumah Tahfizd Mithahul Jannah  Kota Medan, Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi juga mengingatkan pentingnya menyiapkan anak anak menjadi anak yang sholeh sholehah, karena merupakan intisari dari berbagai kebaikan. Dijelaskannya, meskipun umur umat Nabi Muhammad ini tidak panjang, yaitu berkisar antara 60 sampai 70 tahun, namun kalau umat ini menempuh jalan yang diajarkan rasul, maka umur itu akan dilipatgandakan dengan kebaikan yang dilakukan. Salah satunya adalah menyiapkan anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh sholehah. (GA. Imam*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.