Header Ads

Putra Daerah Dimutasi, Warga Kolo Segel Kantor Lurah

Aksi penyegelan kantor Lurah Kolo pagi ini. (Foto, Sultan Baharun/FB).

Kota Bima, Garda Asakota.-

        Mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemkot Bima Jumat siang kemarin (11/8) menyisakan persoalan. Imbas dari kebijakan Pemkot Bima tersebut, Pagi ini, Sabtu (12/8), sejumah warga Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima melakukan aksi penyegelan kantor Lurah. Mereka tegas memprotes dan menolak dimutasikannya, Rustam, SE, dari jabatannya sebagai Lurah Kolo karena dianggap sebagai putra asli Kolo.

  Salah satu Tokoh pemuda Kolo, Abubakar, membenarkan adanya informasi tersebut. Menurutnya sikap warga itu merupakan aksi spontanitas  karena wargw tidak terima dengan kebijakan Pemkot Bima yang memutuskan Rustam dimutasikan ke tempat lain. Meskipun di satu sisi persoalan mutasi ini merupakan hak prerogatif Walikota, kata dia, namun semestinya Walikota dapat mempertimbangkan aspek putra asli yang menjadi acuan penempatan kepala Kelurahan Kolo. "Paling tidak, siapapun yang menggantikan pak Rustam ini harus diambil dari putra Kolo sendiri karena mereka ini lebih memahami tetang segala aspek baik aspek sosial maupun kultural yang ada di sini (Kolo, red)," ungkapnya kepada Garda Asakota via Ponsel, Sabtu pagi.

       Secara pribadi pihaknya sangat mengapresiasi kinerja para putra Kolo yang pernah memimpin Kelurahan selama ini, termasuk Rustam yang baru saja digeser posisinya. "Khusus pak Lurah yang terakhir, walaupun waktunya kurang lebih enam bulan, tetapi Alhamdulillah kinerjanya cukup diakui masyarakat, begitupun dengan kinerja putra asli Kolo sebelumnya selama memimpin Kelurahan Kolo. Nah, pertanyaannya sekarang kok tiba-tiba sekarang ada orang luar yang masuk. Ada apa?," cetusnya.

        Untuk itu, warga memohon kepada Walikota Bima agar menganulir keputusan tersebut, dan siapapun figur yang ditempatkan nantinya yang penting putra asli Kolo. “Kami memohon kepada Walikota agar meninjau kembali keputusan mutasi kemarin," pintanya seraya menegaskan bahwa aksi penyegelan kantor Lurah akan tetap berlanjut hingga ada respon dari Walikota Bima.

         Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, yang berusaha dimintai tanggapannya terkait dengan aksi warga Kolo, enggan menanggapinya. Ia justru menyarankan wartawan agar menanyakannya hal itu ke Plt Sekda. "Silahkan dikonfirmasi ke pak Sekda saja yah, karena beliau yang lebih paham," ucap Supra. Sementara itu, Plt Sekda Kota Bima, Muhtar Landa, yang berusaha dikonfirmasi via Ponselnya hingga saat ini belum berhasil dihubungi. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.