Header Ads

Lewati Lahan Warga, Jalan Usaha Tani Program Desa Mandala Diblokir


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

         Program Fisik Desa Mandala Kecamatan Wera Kabupaten Bima dengan menggunakan Dana Desa tahun 2017 saat ini sedang dilaksanakan. Dua program fisik yang baru diselesaikan beberapa hari lalu antara lain, Fasilitas Olah Raga dan Jalan Usaha Tani (JUT) . Ironisnya, kedua fasilitas umum tersebut diduga masih menuai masalah, karena dibuka di atas lahan yang masih dikuasai warga. Akibatnya, warga asal Desa Tawali Kecamatan Wera-Bima menutup jalan karena mereka tidak mau kebunnya digunakan untuk membuat jalan yang dinilai tidak urgen. "Apalagu posisinya masih berdekatan dengan jalan raya. Untuk apa dibuatkan jalan dibawah jalan raya kalau memang jalan di atas (JUT, red) itu lebih dibutuhkan. Sementara sesuai kesepakatan dengan pihak kecamatan saat itu, jalan di atas harus ditutup untuk mengganti lahan kebun kami yang sudah dipakai untuk buka jalan utama," tutur Nukrah sebagai pemilik lahan.

      Tak hanya itu, kekesalan pihaknya muncul lantaran kegiatan pembukaan jalan itu tanpa diawali dengan musyawarah dengan para pemilik lahan. "Justru Kepala Desa langsung arahkan alat berat untuk bongkar pagar di lahan tersebut," ujarnya kesal. Pantauan langsung wartawan, kondisi jalan yang menghabiskan anggaran Rp62 juta tersebut kini tak bisa dipakai untuk dilewati karena sudah dipagar oleh pemilik kebun.

         Sementara, H. Sarjan asal Desa Tawali, juga mengklaim bahwa lahan miliknya digusur untuk membuat lapangan bola, tanpa ada pemberitahuan awal juga oleh Kades Mandala. "Lapangan itu untuk kepentingan umum, tapi setidaknya hargai dululah kami yang punya.Setidaknya ada pemberitauan, meski tanpa pemberian lain. Tapi Kepala Desa dan aparatnya tidak ada yang mau bicara, minimal disampaikan, bahwa lahan ini digunakan untuk dijadikan lapangan bola, itu saja cukup sebenarnya, " tuturnya pada media ini dengan nada kecewa seraya menyebutkan bahwa  lapangan bola yang dikerjakan itu menelan biaya Rp109 juta, dan saat ini dipagar oleh pemilik lahan.

         Kades Mandala, H.Mahmud yang dikonfirmasi via phone beberapa hari lalu justru mengatakan bahwa, lahan itu tidak ada masalah karena hajatannya untuk kepentingan umum. "Alat berat juga sudah mulai kerja dan tidak bisa di hentikan, " tegasnya singkat. (GA. Nuski*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.