Header Ads

Kadisbudpora Kaget Ada Sekolah Rusak Parah Tidak Jauh dari Kantor Bupati Bima di Woha


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

          Perhatian pemerintah terhadap infrastruktur Pendidikan yang aman dan layak sepertinya harus terus dimaksimalkan dan digenjot secara serius di masa mendatang. Faktanya, di Kabupaten Bima masih ada beberapa sekolah yang mengalami kerusakan total hingga menyebabkan ketidak-nyamanan siswa mengikuti proses kegiatan belajar dan mengajar.

 


           Mirisnya, kerusakan sarana dan prasarana ini hampir terlihat di seluruh ruang kelas belajarnya (RKB) seperti yang terjadi di SDN Minte Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima. "Kerusakannya terjadi di seluruh ruang kelas, ruang guru maupun ruang kepala sekolahnya. Awalnya saya berfikir di sekitar Woha ini aman-aman saja, saya sudah ke lokasi-lokasi terpencil dan terjauh untuk survey. Sementara, sejauh ini tidak ada laporan terkait dengan SDN Minte," ungkap Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. H. Supratman AS, M.Si, kepada wartawan, Selasa (11/7).



          Dia mengaku telah meninjau secara langsung kondisi fisik sekolah tersebut begitu pihaknya menerima laporan dari pihak sekolah maupun komite sekolah. Sebagai Kadis Dikbudpora, tentu ia sangat kaget dan prihatin melihat fakta tersebut. "Saya jelas kaget karena merasa sekolah terdekat seperti di Woha ini kondisinya aman-aman saja, ternyata tidak demikian. Entah karena Dikbudporanya yang salah atau pihak sekolah yang tidak melaporkan, tetapi yang penting kita sekarang siap benahi," ucapnya.

           Diapun berjanji akan memperjuangkan anggaran untuk perbaikan sekolah tersebut bersama beberapa sekolah lainnya yang didata dalam kerusakan. Diakuinya, ada beberapa alternatif sumber anggaran untuk perbaikannya, salah satu caranya adalah melobi dana APBN 2017. "Karena informasi yang kita dapatkan, ada peluang untuk anggarannya di APBN 2017. InsyaAllah, beberapa dengan sekolah lainnya, akan mengajukan proposal khusus bersama Kepala Bappeda Kabupaten Bima. Sebab ini akan menjadi atensi khusus, terutama SDN Minte yang kita tinjau kemarin," tegasnya.

         Sementara itu, Kepala SDN Minte, M. Amin Ibrahim, yang menghadap Kadisbudpora bersama Komite dan perwakilan masyarakat,  mengungkapkan gambaran kerusakan tujuh ruangan SDN Minte,  mulai dari atap yang bocor dan nyaris ambruk, plafon yang sudah tidak ada lagi, dan kondisi tembok banyak yang retak-retak. "Pokoknya rusak parah, kami sudah tidak berani lagi menggunakan fisik gedung sekolah karena takutnya ambruk," ungkap Kasek saat kembali menghadap Kadis Dikpora, Selasa (11/7).
           
           Bahkan diakuinya, karena kerusakan sekolah yang sangat parah itu selama setahun terakhir para siswanya terpaksa melaksanakan proses belajar di halaman sekolah. "Mereka biasanya belajar di bawah pohon-pohon," ungkapnya didampingi perwakilan warga M. Nor Jamaluddin. Untuk itu, pihaknya berharap agar Pemkab Bima melalui Dikbudpora dapat segera mengatasi kerusakan sarana dan prasarana pendidikan tersebut. (Jack/Imam*)

       

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.