Header Ads

Hadrah dan Prosesi Peta Kapanca


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

        Hadrah merupakan hiburan adat bagi masyarakat Bima, sebelum adanya alat musik modern. Biasanya dalam acara tersebut, laki-laki memukul rebana dan sebagiannya melakukan tari sesuai dengan bunyi rebana yang dimainkan. Prosesi yang biasa digunakan pada masa Kesultanan Bima tersebut biasanya dimainkan saat berlangsungnya acara adat, seperti pada saat Peta Kapanca, penjemputan tamu istimewa Sultan atau acara adat lainnya.

         Acara Peta Kapanca merupakan bagian dari adat masyarakat Bima. Acara yang biasa diadakan malam sebelum dilangsungkan acara ijab qabul bagi calon pengantin (catin). "Biasanya acara Peta Kapanca dikhususkan bagi catin yang melakukan proses pernikahan dengan cara baik menurut adat, yang diawali dengan cara melamar. Peta Kapanca tidak dibiasakan bagi catin yang menikah karna selarian atau yang produksi duluan (hamil) sebelum nikah," ungkap salah satu Tokoh Adat di Kecamatan Wera, H. Adil Yusuf, kepada wartawan, Jumat malam (14/7) usai menjemput pengantin perempuan saat berlangsungnya acara Peta Kapanca di Desa Tawali.

        Pada jaman dulu, lanjut H. Adil, belum ada orgen tunggal, hiburannya hanya hadrah, untuk mengiringi jalannya catin perempuan dari rumahnya menuju lokasi kenduri. Peta Kapanca dianggap sebagai simbol sebuah kesucian bagi catin. Saat menjemput calon pengantin Perempuan dari rumahnya, acara tersebut diiringi acara adat  Bima Hadrah.  (GA. Nuski*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.