Header Ads

Bupati Hadiri Workshop Program Penguatan Kapasitas Perangkat Desa

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri

Kota Bima, Garda Asakota.-

            Workshop program penguatan kapasitas perangkat Desa dalam Implementasi UU Desa yang pro poor dan inklusif melalui sistem Informasi Desa Terintegrasi berlangsung di Aula SMK 3 Kota Bima, Selasa pagi (11/7). Acara yang dimulai pada pukul 10.00 Wita selain dihadiri Bupati Bima, juga dihadiri oleh 100 orang peserta dari berbagai unsur  yang secara khusus diundang oleh Panitia Penyelenggara Kegiatan yaitu FES (Freiderich Ebert Stiftung) Perwakilan Indonesia. "Kegiatan ini adalah merupakan rangkaian kerjasama lembaga kami, FES dengan Kementerian PMK RI,"  kata pihak Panitia penyelenggara Workshop, Dormiana Yustina Manurung, selaku Program Officer FES (Freiderich Ebert Stiftung).

 

           Adapun pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana Kerjasama dari berbagai multi stakeholder inj baik dari LSM,Akademisi, Swasta dan Pemerintah dalam kerangka tujuan  meningkatkan kesejahteraan di Desa dengan cara meningkatkan kapasitas perangkat Desa. "Kalau hal tersebut sepenuhnya dilimpahkan kepada pemerintah, maka kami yakin pemerintah akan kewalahan karenanya  sejak tahun lalu kami telah melaksanakanya di empat desa di kabupaten yakni Desa Leu,Dadibou, Belo dan Sari Sape," ungkapnya.
     
         Menurutnya, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Bima ingin mengevaluasi serta  memonitoring kinerja yang telah dilaksanakan oleh lembaganya untuk memastikan apakah kegiatan ini bermanfaat baik untuk perangkat desa yang telah dilatih untuk kemajuan desa. "Dan kenapa kami belum mengundang desa-desa lainnya karena kesanggupan kami hanya sebatas untuk empat desa dulu," jelasnya.
       
            Di tempat yang sama Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Kementrian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMKRI), Yohan, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kerjasama Kementrian PMK dengan FES Perwakilan Indonesia dan FITRAH.  Dalam rangka mendukung kerjasama tersebut Kementrian PMK sekarang sedang melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi sejauh mana program ini bermanfaat baik untuk masyarakat. "Semoga dalam pelaksanaannya mulai dari workshop sampai tinjauan langsung ke lapangan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan," harapnya.    
          Sementara itu,  Bupati Bima, Hj.Indah Dhamayanti Putri, sebelum membuka kegiatan workshop  program penguatan Kapasitas Perangkat Desa dalam Implementasi UU Desa yang Pro Poor dan Inklusif melalui sistem Informasi Desa Terintegrasi menyampaikan ucapan selamat datang kepada semua elemen yang hadir dalam kegiatan workshop penguatan Perangkat Desa ini mulai dari Kementrian PMK, FES,FITRAH dan unsur yang lainnya. "Dan juga Apresiasi untuk semua unsur jajaran aparatur pemerintah daerah yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini," ucapnya.
       
         Menurutnya, Kabupaten Bima yang terdiri dari 18 kecamatan dan 191 desa tentu diakuinya belum disentuh secara maksimal melalui APBD-2, terutama sekali yang berkaitan dengan penguatan kapasitas perangkat Desa. Karenanya ia sangat berharap agar kerjasama ini dapat diperpanjang lagi karena sebagai kepala daerah dirinya tidak  merasa bangga bila yang sering disebut dan yang menjadi pusat perhatian hanya Desa Leu, Desa Sari, Desa Belo maupun Desa Dadibou saja. "Akan tetapi saya akan banggga sekali manakala keberhasilan keempat desa ini bisa diikuti oleh sekian ratus desa yang ada di wilayah Kabupaten Bima," ungkapnya.
       
          Meski demikian, pihaknya tetap berbangga hati kalau Kades Leu bersama seluruh perangkat desanya di dukung oleh semua masyarakatnya telah mampu menjadi kiblat bagi seluruh desa yang lain tentang bagaimana desa Leu menata administrasinya, karena memang saat sekarang ini pengelolaan ADD menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat karena dengan terbatasnya SDM yang dimiliki tentu ADD tersebut menjadi Bom waktu bila tidak mampu mengatasinya. "Harapan saya kepada kepala kecamatan yang  sempat hadir untuk terus menggelorakan tentang hal ini kepada desa desa lainnya karena anggaran sama, pengelolaannyapun sama lalu kenapa mereka saja yang mampu dan berprestasi sementara kita tidak? Dan ini harus menjadi acuan begitupun dengan teman-teman pendamping Desa, saya mengakui kalau teman-teman pendamping Desa berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda namun memiliki satu visi dan misi yang sama bagaimana tata kelola pemerintahan dan tata kelola keuangan Desa bisa berjalan sesuai dengan regulasi yang kita yakini bersama.  Semoga dengan kegiatan semacam ini akan tercipta aparatur pemerintah kabupaten Bima yang Ramah, Handal dan Siap pakai," harap Bupati Bima. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.