Header Ads

SEBENARNYA STALKER ADA DI SEKITAR KITA

Oleh: Chintya Retno Indariati

Jakarta sebelum pagi merupakan salah satu novel karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (Jakarta, 2017) yang bercerita mengenai gadis bernama Emina sosok yang memiliki berjuta pertanyaan dikepalanya untuk berbagaimacam hal. Seperti halnya saat ia ingin mencari tau mengenai seseorang yang mengiriminya surat, baloon dan bunga di balkonnya. Rasa ingin taunya itu membawanya mengetahui berbagai macam hal baru baginya. Ia menganggap bahwa yang mengiriminya surat itu sebagai stalkernya. Stalker merupakan sebutan bagi orang yang memiliki sifat penguntit dengan selalu mencari tau mengenai kehidupan orang lain. Sebenarnya sebutan stalker bagi pengirim surat Emina berlebihan, karena yang dilakukan si pengirim hanya ingin menjadi teman. Mungkin cara yang dilakukan si pengirim terlalu berlebihan, namun apa yang dilakukan pasti memiliki alasan.

         Emina juga terlalu berlebihan dengan mencari tau siapa pengirimnya, padahal ia baru tinggal di apartement tersebut. Saran yang diberikan oleh temannya pun tidak dihiraukan lagi. Sikapnya yang kukuh mencari tau kebenaran pada akhirnya membuahkan hasil. Selain sosok Emina, adapula Suki gadis kecil namun pemikiran serta tidakannya dewasa. Tak lupa Abel, laki-laki yang memiliki sejuta rahasia.

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie membuat sebuah karya yang menggambarkan nilai sosial yang ada dalam kehidupan manusia. Nilai sosial yang dimunculkan mengenai seorang stalker, selama ini pasti kita sudah mengenal sosok ini. Sosok yang dijuluki karena tingkat kekepoannya yang tinggi terhadap kehidupan orang lain. Selama ini kita mengenalnya dalam kehidupan sehari-hari, dimana orang tersebut mencari tahu tentang seseorang lewat media sosialnya. Mencari tahu bagaimana kehidupannya serta aktivitasnya.

         Berbeda dengan yang diungkap, penulis mampu membuat sebuah cerita yang berbeda dengan kisah stalker pada kenyataannya. Ia melibatkan tokoh dalam mencari tau berbagai hal yang ingin ia ketahui secara jelas dan langsung bukan dari media sosial. Emina mula-mula menerima sebuah surat dari seseorang yang dikirm lewat balkon apartementnya. Dari situ itu ia mulai mencari tahu siapa pengirimnya serta apa maksud dari surat tersebut. Hal yang dilakukan untuk mencari taupun beragam, sampai masuk dalam kehidupan orang lain. “Hal yang pertama kulakukan adalah mencurigai Suki dan tokonya lebih lanjut.
 Sebelum pulang, aku harus mencatat jam operassional toko. Toko bunganya buka lebih pagi daro tea room. Jadi kurasa kalau aku datang lebih pagi, aku akan bertemu kakaknya dan terhindar dari tatapan galak Suki” (2017: 29). Terlihat jelas bahwa ambisi Emina untuk mengetahui siapa sosok yang dianggap stalkernya itu tinggi.  Sampai-sampai ia mulai menyusun rencanya untuk misinya tersebut. Orang yang paling ia curigai yaitu Suki si pemiliki toko itu.

Kecurigaan pada Suki cukup tinggi, karena karakternya yang dewasa berbeda dengan usinya yag sebenarnya. Kecurigaannya pun membuahkan hasil yang baik, pelan-pelan Suki menceritakan mengenai sosok yang selama ini di cari oleh Emina. Namun Suki tidak menjelaskan secara langsung. Melalau berbagai hal ia menceritakan siapa orang yang menyuruhnya. “Memang ada orang yang minta saya mngirim bunga ke kamu setiap hari. Kalau kamu pikir dia  mengerikan karena mengirim bunga ke kamu, padahal kamu nggak kenal dia, kamu betul?” (2017: 43). Emina mampu membuat Suki menceritakan siapa pengirim bunga serta surat itu di balkonya. Cara pendekatan yang sering berkunjung ke toko Suki berhasil. Namun perjalanan mencari sosok itu tidak mudah Suki selalu memilih teka-teki sebagai petunjuknya. Sampai Emina mengetahui bahwa tetangga apartementnya lah yang dicari-cari selama ini. “kenapa dia punya banyak fobia aneh-aneh sih? Dia nggak apa-apa, serius? Betulan aman, nih?” (2017: 64 ). Emina mulai mengetahui sosok yang selama ini ia cari. Namun ia terkejut bahwa orang itu memiliki fobia aneh dan tidak wajar. Suki mulai menjelaskan bahwa dia bukannya aneh atau menakutkan tetapi itu trauma yang dimilikinya.

         Fobia yang dimiliki laki-laki yang bernama Abel itu berupa ketakutan pada suara dan sentuhan. Hal yang aneh itu sebabnya Suki tidak ingin siapapun tau akan hal ini. Sekarang Emina sudah tau akan kebenaranya, ia pun sedikit demi sedikit memahami Abel dengan kondisinya seperti itu. Emina cukup sabar menghadapi hal ini. Kecurigaan yang lain pun terbukti bahwa si pengirim itu adalah cucu Pak Meneer, orang yang tinggal bersebelahan dengan kakek nenekku. Dari situ pula Emina mengetahui bahwa tulisan itu adalah sobekan buku Pak Meneer yang selama ini sering ia pinjam.

Dari surat-surat itu perjalan belum usai, mereka sekarang punya misi untuk mencari tau asal buku dan surat tersebut. Mereka merencanakan perjalanan malam guna menghindari fobia Abel terhadap keramaian. Mereka memulai perjalana pukul 3 pagi, menelusuri sudut-sudut kota yang tertulis dalam surat tersebut. Sungguh menjadi stalker merupakan kerjaan yang kurang kerjaan, mencari tau apa yang belum pasti. Emina harus menahan dingin hanya untuk kepuasan batinnya yang tentunya belum terbukti adanya kebenaran dalam surat itu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk bertanya langsung pada Pak Meneer, dan mengejutkan jawabanya. Surat itu ditulis Pak Meneer untuk kekasihnya yang selama ini disembunyikan karena memiliki penyakit. Akhirnya terpecahkan semua rasa ingin tau akan surat tersebut. Surat yang digunakan oleh Abel untuk berkomunikasi dengan Emina. Karena fobianya, ia rela disebut stalker oleh Emina.

Ziggy selalu mampu membuat pembacanya terkesan dengan tulisannya, cerita imajinatif yang ia hasilkan selalu memiliki ciri khas dengan karya sastra lainya. Meskipun pada dasarnya novel ini cerita fiktif namun ceritanya memiliki nilai kebenaran seperti yang saat ini terjadi. Pengarang mampu menghadirkan keindahan penulisan cerita, penggunaan bahasa dikemas sedemikian rupa guna menarik pembaca. Pembaca akan di buat penasaran dengan ceritanya. Ungkapan bahasa yang digunakan memiliki makna luas serta beragam. Pembaca akan menikmati sajian yang mengesankan dalam novel ini. Dari sudut pandang yang berbeda novel ini dapat dikaji dengan berbgai pendekatan maupun analisi-analisis.

Melalui novel ini kita belajar banyak hal mengenai stalker dan bagaimana mereka mulai melakukan hal-hal yang aneh. Dari sini kita dapat mempelajari suatu hal itu perlu untuk menambah pengetahuan namun dapat digaris bawahi bahwa tidak baik untuk melakukan kepo terhadap kehidupan orang lain. Mungkin mengenai orang kepo terhadap hidup kita, lebih baik biarkan mereka berpikir sesuai kehendaknya. Ada saatnya kita meluruskan pemikirannya itu agar tidak merugikan siapapun. Sebaiknya kita jangan terlalu ingin tahu kehidupan orang lain karena hal itu tidak baik. Kita harus menempatkan diri kita dengan baik dimanapun.
*Penulis: Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.