Header Ads

Heboh Telah Putuskan Nama Bakal Calon Walikota Bima, DPC PBB Klarifikasi

Foto: Ketua DPC PBB Kota Bima, Syamsuddin, S. Sos bersama Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Walikota dan bakal calon Wakil Walikota Bima 2018-2023, Ir. Muhlis

Kota Bima, Garda Asakota.-

         Seluruh pengurus internal  Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bima heboh. Pasalnya, santer dan telah beredar luas bahwa partai berlambang Bulan Sabit tersebut telah deal atau sepakat mendukung salah satu calon Walikota Bima 2018-2023, padahal untuk melangkah ke arah itu masih belum dilakukan. Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Walikota dan bakal calon Wakil Walikota, Ir. Muhlis, yang dikonfirmasi terkait dengan isu tersebut terang menepisnya. "Mengenai isu bahwa PBB telah menetapkan dukungan untuk salah satu calon itu sama sekali tidak ada, karena untuk menetapkan dukungan partai setelah melalui rapat pleno. Jadi, tidak ada siapapun bakal calon Walikota maupun bakal calon wakil Walikota yang sudah ditetapkan lebih awal oleh PBB untuk didukung karena penentunya ada di Rapat DPC," ujarnya meluruskan.

         Ia menjelaskan bahwa Tim Penjaringan baru menuntaskan verifikasi semua berkas bakal calon Walikota maupun bakal calon Wakil walikota yang nantinya akan diserahkan ke DPC pada 1 Juli 2017 untuk diplenokan. "Sementara terkait dengan kekurangan bahan atau berkas kami tak berwenang untuk mendiskualifikasi atau membatalkan bahkan sampai ke tingkat DPP pun jika ditemui masalah kekurangan bahan ini maka tetap dikembalikan ke DPC untuk diperbaiki," imbuhnya.

          Di tempat yang sama Ketua DPC PBB Kota Bima, Syamsuddin, S. Sos,
juga secara tegas menepis adanya isu yang mengatakan bahwa PBB sudah menemukan kata deal dan kesepakatan dengan salah satu bakal calon Walikota. "Itu sama sekali belum ada karena komunikasi politik dengan kami pun belum ada dilakukan oleh salah satu calon. Sampai saat ini masih dalam tahap rekrutmen dan seleksi administrasi, jadi tidak ada itu yang namanya Partai PBB sudah tetapkan dukungan dan pilihan," tegasnya.

         Syamsuddin menyampaikan bahwa dalam waktu dekat setelah semua berkas dalon diserahkan ke DPC, maka DPC akan melakukan rapat penentuan siapa bakal calon Walikota maupun bakal calon Wakil Walikota Bima 2018-2023 yang akan didukung.  Dari sekian nama yang telah mendaftar tersebut, kata dia, nantinya hanya ada satu nama bakal calon  yang jadi pilihan partai, tidak ada dua nama lagi baik untuk bakal calon Walikota maupun bakal calon Wakil Walikotanya.

         "Satu nama bakal Calon Walikota yang diputuskan melalui rapat pleno DPC PBB nantinya, selanjutnya akan dikirim ke DPW maupun DPP untuk segera mendapatkan rekomendasi penetapan dan pengesahan," tegasnya seraya menyebutkan bahwa langkah ini sesuai dengan peraturan partai no. 1 tahun 2015 tentang perekrutan kepala daerah di mana untuk calon Walikota/Bupati itu ditetapkan oleh DPC dan untuk Gubernur ditetapkan oleh DPW.   "Sementara DPP sendiri hanya menerima satu nama calon kepala daerah untuk disahkan dan di SK kan. Jadi siapa nama yang diserahkan oleh DPC itulah yang disahkan oleh DPP ini sesuai dengan hasil Mukhtamar Partai PBB pada April 2015 lalu di Bogor.  Mengenai siapa siapa nantinya yang akan didukung, yah tentu kami sesuaikan dengan mekanisme partai," jelasnya.

          Diakuinya,  dari 13 nama bakal calon yang telah mendaftar di Partai PBB di mana 5 di antaranya sebagai bakal calon Walikota dan 8 lainnya sebagai calon wakil Walikota langkah awalnya akan mengerucutkan satu nama dulu untuk bakal calon Walikota saja sembari pihaknya memantau siapa bakal calon Wakil Walikotanya yang bisa conect atau seirama dengan bakal calon Walikota yang diusung oleh PBB. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.